GUNUNGSITOLI – wartaekspres.com - Pemerintah Kota
Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyelenggarakan Festival Seni Budaya Daerah,
berlangsung meriah di lokasi Taman Ya'ahowu Kota Gunungsitoli, Kamis
(24/02/2019) malam.
Festival kali ini dikemas dalam konsep berbeda, bila sebelumnya
dilaksanakan satu hari maka ini selama tiga. Kegiatanya lebih beraneka ragam
pula, misalnya dengan pelatihan menganyam bola nafo kepada siswa-siswi sekolah.
Ada juga pelatihan kerajinan tangan menggunakan bahan ramah lingkungan.
Seperti tempurung kelapa, dan kayu bekas yang kemudian diolah menjadi hiasan
dan aksesoris rumah.
Karena pada dasarnya, masyarakat Pulau Nias memiliki tradisi mengolah bahan
dasar dari alam menjadi barang yang dapat dipergunakan. Namun seiring dengan
kemajuan teknologi, cara itu mulai ditinggalkan dan hanya dipraktekkan pada
momen tertentu.
Melihat kondisi tersebut, Pemko Gunungsitoli berkeinginan menghidupkan
kembali antusiasme, dan kepedulian masyarakat terhadap tradisi tersebut dengan
menggelar Festival Seni Budaya. Bertujuan pula untuk memacu kemandirian
masyarakat Kota Gunungsitoli dalam menghasilkan produk lokal dengan harga jual
tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Bukan hanya seni budaya dari Pulau Nias yang ditampilkan pada festival itu,
namun juga beradal dari daerah lain seperti Aceh, Minang, Tionghoa, bahkan luar
negeri seperti Sri Lanka.
Dalam kata sambutannya, Wakil Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, SE, M.Si,
mengharapkan dukungan masyarakat Pulau Nias khusunya Kota Gunungsitoli dalam
menjaga nilai-nilai seni budaya Nias.
“Kiranya masyarakat Kota Gunungsitoli dapat menanamkan rasa peduli atas
tradisi seni budaya Pulau Nias. Salah satunya, yakni dengan mengajarkan nilai
luhur seni budaya kepada generasi muda. Tujuannya, untuk mengangkat harkat dan
martabat Pulau Nias yang kita cintai,” kata Sowa'a. (Van)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar