![]() |
| Terlihat para korban penumpang bus tergeletak di pinggir Jalinsum setelah bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. |
LABUSEL - wartaekspres.com - Kecelakaan lalu
lintas kembali terjadi di Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) Kotapinang-Langgapayung,
tepatnya di Desa Hadundung, Kecamatan Kotapinang, Rabu (13/2).
Untuk diketahui, bus yang bernomor polisi BA 7243 NU membawa sekitar 43
penumpang, diantaranya 10 lelaki dan 33 perempuan. Namun naas, saat di perjalanan
bus yang membawa rombongan warga dari Sumatera Barat tersebut mengalami
kecelakaan, tepatnya sekitar pukul 21.00 Wib malam, bus tersebut terguling.
Salah satu penumpang Anizar (45), warga Desa Lubuk Kuar, Kecamatan VII,
Koto Sungai Sarik, Padang Pariaman mengatakan, bahwa para rombongan tersebut
hendak pulang ke Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat dan baru saja melaksanakan
shalat Isa di Masjid Jami Kotapinang.
“Baru usai shalat di masjid kami tadi, tiba-tiba sekitar setengah jam kami
meninggalkan masjid dan waktu saya hendak makan, bus kami kecelakaan,”
terangnya.
Salah satu Supir Bus, Fery (43) warga Bukit Tinggi, Sumatera Barat ketika
dikonfirmasi mengatakan, bahwa kecelakaan tersebut pada saat dirinya hendak
melintas di tikungan Jalinsum tersebut. Dikatakan Fery, dirinya seperti melihat
sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi hendak menabrak bus yang dikemudikannya.
“Saya seperti melihat mobil seakan-akan ingin menabrak, lalu saya
mengelakkannya dengan banting stir sebalah kiri, ternyata bus saya sudah di pinggir
jalan, kemudian terguling,” ujar Fery.
Menurut supir, mereka baru pulang ziarah ke Makam Tuan Guru Syeikh Kuala di
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). “Kemudian kami singgah ke masjid
Kotapinang untuk melaksanakan shalat Isa, setelah itu kami berangkat, lalu
seperti inilah akhirnya,” kata Fery.
Hingga saat ini, bus kecelakaan tersebut masih ditangani pihak Satlantas
Polsek Kotapinang, dan dalam kecelakaan tersebut sampai saat ini tidak
menimbulkan korban meninggal dunia, namun terlihat puluhan penumpang mengalami
luka-luka. (Hendra Sitorus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar