Jumat, 19 Juli 2019

Disinyalir Jadi Lokasi LGBT, Perisai Desak Anis Tutup Tempat Hiburan Malam

Foto: Dok pkn (wandi)

JAKARTA – wartaekspres - Belasan warga yang tergabung dalam organisasi Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) menggeruduk Kantor Walikota Jakarta Selatan. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Walikota Jarta Selatan untuk menutup salah satu hiburan malam di Jakarta Selatan.
Menurut, koordinator aksi lapangan, Dojo mengatakan, bahwa pihaknya dari Perisai mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, untuk mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) salah satu hiburan malam, karena disinyalir  sebagai tempat berkumpulnya para kaum yang suka sesama jenis atau be-sexual (LGBT).
“Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Selatan untuk memerintahkan Sudin Pariwisata untuk mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata tempat hiburan Aplolo Bar & Lounge Club,” tegas Dojo di lokasi unjuk rasa depan Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).
Menurutnya, permintaan ini dinilai temat hiburan malam ini telah melanggar Pergub No. 18 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan Usaha Pariwisata.
Selain itu, massa juga minta mencopot Kepala Dinas Pariwisata Edy Junaedi, karena telah melakukan pembiaran terhadap tempat hiburan malam tersebut disinyalir tempat perkumpulan gay, karena dapat merusak moral masyarakat DKI Jakarta.
Selain itu, mereka juga menyuarakan agar petugas terkait cepat melakukan penyelidikan terkait indikasi penyuapan dalam terbitnya ijin usaha hiburan malam tersebut.
Mereka juga minta Gubenur memberikan sanksi kepada orang-orang di Dinas Pariwisata Jakarta yang telah melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Pergub No. 18 Tahun 2018.
“Kita sebagai warga Jakarta tidak ingin Kota Jakarta khususnya daerah Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi seperti Kota Sodom yang di azab oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah menyebutkan, “Pokoknya kalau Anda menemukan laporkan, kita akan melakukan penyelidikan,” tegas Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018) lalu.
“Kami ingin menghadirkan Jakarta sebagai kota yang standar moralnya tinggi. Kami tidak ingin Jakarta kompromis terhadap praktik yang tidak sesuai dengan Perda,” tandasnya mengikuti ucapan Anies.
Itu adalah penggalan kalimat yang keluar dari mulut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 14 November 2017. Anies juga berjanji kepada para tokoh lintas agama yang hadir untuk tidak berkompromi terhadap perbuatan asusila dan perbuatan melanggar moral. “Kita lihat adanya tempat hiburan malam yang disinyalir sebagai tempat berkumpulnya kamu gay (homo),” ungkapnya.
“Jika memang Anies adalah seorang yang tegas dan amanah dalam memimpin DKI Jakarta, maka seharusnya dia tidak hanya diam dalam penegakan aturan dan merealisasikan mimpi dan angannya dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang standar moralnya tinggi,” tandasnya. (pkn/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....