![]() |
| Foto: Dok pkn (wandi) |
JAKARTA – wartaekspres - Belasan warga yang tergabung dalam
organisasi Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) menggeruduk Kantor Walikota
Jakarta Selatan. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan
dan Walikota Jarta Selatan untuk menutup salah satu hiburan malam di Jakarta
Selatan.
Menurut, koordinator aksi lapangan, Dojo mengatakan, bahwa pihaknya dari
Perisai mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Walikota Jakarta
Selatan Marullah Matali, untuk mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
salah satu hiburan malam, karena disinyalir sebagai tempat berkumpulnya
para kaum yang suka sesama jenis atau be-sexual (LGBT).
“Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Selatan untuk
memerintahkan Sudin Pariwisata untuk mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata tempat
hiburan Aplolo Bar & Lounge Club,” tegas Dojo di lokasi unjuk rasa depan
Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Jumat
(19/7/2019).
Menurutnya, permintaan ini dinilai temat hiburan malam ini telah melanggar
Pergub No. 18 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan Usaha Pariwisata.
Selain itu, massa juga minta mencopot Kepala Dinas Pariwisata Edy Junaedi,
karena telah melakukan pembiaran terhadap tempat hiburan malam tersebut disinyalir
tempat perkumpulan gay, karena dapat merusak moral masyarakat DKI Jakarta.
Selain itu, mereka juga menyuarakan agar petugas terkait cepat melakukan
penyelidikan terkait indikasi penyuapan dalam terbitnya ijin usaha hiburan malam
tersebut.
Mereka juga minta Gubenur memberikan sanksi kepada orang-orang di
Dinas Pariwisata Jakarta yang telah melakukan pembiaran terhadap pelanggaran
Pergub No. 18 Tahun 2018.
“Kita sebagai warga Jakarta tidak ingin Kota Jakarta khususnya daerah
Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menjadi seperti Kota Sodom yang di azab
oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah menyebutkan,
“Pokoknya kalau Anda menemukan laporkan, kita akan melakukan penyelidikan,”
tegas Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018) lalu.
“Kami ingin menghadirkan Jakarta sebagai kota yang standar moralnya tinggi.
Kami tidak ingin Jakarta kompromis terhadap praktik yang tidak sesuai dengan
Perda,” tandasnya mengikuti ucapan Anies.
Itu adalah penggalan kalimat yang keluar dari mulut Gubernur DKI Jakarta,
Anies Baswedan pada 14 November 2017. Anies juga berjanji kepada para tokoh
lintas agama yang hadir untuk tidak berkompromi terhadap perbuatan asusila dan
perbuatan melanggar moral. “Kita lihat adanya tempat hiburan malam yang
disinyalir sebagai tempat berkumpulnya kamu gay (homo),” ungkapnya.
“Jika memang Anies adalah seorang yang tegas dan amanah dalam memimpin DKI
Jakarta, maka seharusnya dia tidak hanya diam dalam penegakan aturan dan
merealisasikan mimpi dan angannya dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang
standar moralnya tinggi,” tandasnya. (pkn/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar