KAPUAS HULU - wartaekspres.com - Kenakalan remaja
merupakan salah satu masalah dalam lingkungan masyarakat pada saat ini. Tumbuh
kembang remaja pada zaman sekarang sudah sulit dibanggakan. Perilaku kenakalan
remaja saat ini sangat sulit untuk diatasi.
Hal ini disebabkan oleh kenakalan remaja yang sudah tidak bisa dicerna
melalui akal sehat, diantaranya yaitu tawuran, pergaulan bebas oleh pelajar
SMA, pemakaian narkoba dan lain-lain.
Kehidupan remaja pada masa ini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya
menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk
kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka yang cenderung merosot,
buktinya pada usia yang masih menduduki bangku sekolah sangat rentan terjadi
perilaku yang bersifat negatif, karena para siswa masih mencari jati dirinya
dan mudah terpengaruh oleh lingkungan keluarga di rumah atau lingkungan
masyarakat serta pengaruh teman sebaya di rumah maupun di sekolah.
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1440 H, dimana pada bulan yang penuh
dengan keberkahan ini, satu kebaikan yang kita buat akan dilipat gandakan oleh
Allah SWT, maka Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang menggelar
kegiatan Pesantren Kilat pada bulan Ramadhan demi mencegah kenakalan remaja
yang berada di perbatasan. Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider
301/PKS, Letnan Kolonel Inf Andi Hasbulah di Pos Kotis Nanga Badau, Kab. Kapuas
Hulu, Selasa (7/5/19).
Lanjutnya menjelaskan, bahwa Pesantren Kilat adalah pesantren yang diadakan
dalam waktu singkat pada bulan Ramadhan dan merupakan suatu kegiatan yang
positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter Islami pada anak-anak
usia dini.
Kegiatan ini dinilai perlu untuk diberikan kepada para remaja di wilayah
perbatasan, yang rentan terkena pengaruh negatif. Kegiatan ini dilaksanakan
dengan cara memberikan pemahaman dasar terlebih dahulu kepada para remaja,
untuk selanjutnya dapat dikembangkan dan dijadikan pedoman bagi mereka di dalam
lingkungan pergaulan mereka sehari-hari.
Kegiatan pesantren kilat ini berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal
6 sampai dengan 8 Mei 2019 di Masjid At Taqwa, Desa Senaning, dengan jumlah yang
mengikutinya berjumlah antara 60-50 santri.
Santri-santri yang mengikuti kegiatan ini merupakan warga Desa Senaning dan
Desa Nanga Bayan. Pesantren Kilat yang dilaksanakan ini sebagai bentuk
kepedulian Pos Pamtas terhadap masyarakat di sekelilingnya, sehingga dengan
diadakannya kegiatan seperti ini maka remaja yang berada di wilayah desa binaan
dapat lebih mengerti tentang arti kehidupan remaja yang baik dan benar.
“Pesantren Kilat ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja tentang
pemahaman agama Islam dan mengisi waktu puasa dengan kegiatan yang bermanfaat,
baik untuk diri sendiri maupun orang lain," ujar Dansatgas Pamtas Yonif
Raider 301/Pks.
Sementara Danpos Nanga Bayan, Lettu Arh Retno menambahkan, bahwa
materi-materi pembekalan yang diberikannya kepada para santri tak berbeda
dengan materi-materi yang ada di pesantren pada umumnya, sebagai dasar kita
mengajarkan tentang akhlak dan budipekerti, menghafal rukun iman dan rukun Islam.
“Dan juga kita mengajarkan kepada mereka tentang arti dari cinta tanah air, dan
terakhir yaitu agama untuk menjaga kita semua dari perbuatan hina serta materi
religius lainnya,” terangnya.
Ibu dari salah satu santri pesantren kilat mengatakan sangat senang sekali
dan berterima kasih kepada Satgas Yonif 301 atas kegiatan yang sudah
diadakan di bulan Ramadhan ini, warga sangat antusias terhadap kegiatan
Pesantren Kilat ini, dimana anggota Satgas juga ikut memberikan pelajaran
tentang akhlak dan moral di dalamnya. “Bahkan anak-anak semakin semangat
dikarenakan banyak juga dari mereka yang bercita-cita ingin menjadi Om TNI”,
tutur Ibu Tina (43), salah satu ibu dari santri pesantren kilat. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar