SANGGAU – wartaekspres.com - Memasuki bulan puasa
permintaan kebutuhan pokok di wilayah perbatasan terus meningkat. Hal ini
dimanfaatkan oleh para penyelundup barang ilegal dari Malaysia untuk
mendapatkan keuntungan, Senin (6/4/19).
Satuan Tugas
Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis (Yonmek)
643/Wanara Sakti terus berupaya melakukan upaya pencegahan terhadap masuknya
barang-barang ilegal dari negara tetangga Malaysia. Terbukti, kemarin Satgas
Pamtas Yonmek 643/Wns berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2.700 butir telor
asal Malaysia.
Hal tersebut
disampaikan Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Agung Dwi Prihanto di
Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau.
Dikatakannya, bahwa ribuan
butir telor tersebut diduga masuk ke Indonesia melalui jalur tikus di sebelah
kiri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Selain
mengamankan telor, Yonmek 643/Wns juga memeriksa seorang pelintas batas
berinisial RS (40), warga Balai Karangan.
Dansatgas Pamtas
Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Agung Dwi Prihanto mengatakan, bahwa telor tersebut
diangkut oleh RS menggunakan sebuah mobil. Sebelumnya, mobil berisi telor
selundupan itu melaju dari arah PLBN Entikong ke Balai Karangan.
"Sewaktu
melintas di depan Pos Dalduk Satgas Pamtas kendaraan tersebut kami hentikan,
saat dilakukan pemeriksaan didalamnya ditemukan telor sejumlah 2.700
butir," kata Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns.
"Sesuai
ketentuan bahwa telor tidak boleh dibawa masuk ke Indonesia. Pencegahan
pemasukan telor ini agar masyarakat tetap terlindungi dari produk larangan.
Pencegahan kami lakukan sampai Pemerintah mencabut larangan tersebut,"
sambungnya.
Untuk tindaklanjut,
saat ini barang bukti 2.700 butir telor telah diserahkan kepada Stasiun
Karantina Pertanian Entikong. Satgas Pamtas akan terus memperketat pengawasan
di perbatasan baik di jalur tikus maupun di Pos Dalduk terlebih pada bulan
puasa, ujar Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar