JAKARTA – wartaekspres - Ibadah puasa yang sedang dilaksanakan ini, dapat
dijadikan sebagai wahana pengendalian diri dan peningkatan kesadaran spiritual.
Makna berpuasa setiap warga muslim adalah untuk melatih dan menahan emosi serta
perilaku negatif, agar menjadi manusia yang arif dan bermanfaat bagi sesama.
Maka ibadah puasa merupakan bagian pembentuk jiwa seorang muslim menjadi
manusia Tattaqun (bertaqwa).
Demikian dikatakan Ketum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto, pada
kegiatan Pengajian Ramadhan Tahun 2019 yang diikuti dari Ibu-ibu Persit
Kartika Candra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan IKKT Pragati Wira
Anggini, bertempat di Wisma Yani, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).
Menurut Nanny Hadi Tjahjanto, bahwa
dalam berpuasa setiap manusia dikondisikan untuk hidup sehat, ikhlas, sabar,
taat, berdisiplin, saling tolong menolong dan menebar kasih sayang kepada
sesama. Jika setiap dari manusia memahami dan menghayati makna dibalik puasa
maka akan menjadi pribadi yang unggul, berkarakter serta bermanfaat.
“Jika kita sungguh-sungguh menghayati dan
menginternalisasikan makna puasa di bulan Ramadhan ini, kita akan mendapatkan
predikat sebagai Muttaqiin,” ujarnya.
Selanjutnya disampaikan, bahwa selain menjalankan ibadah puasa, bulan
Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah rekening
pahalanya di sisi Allah SWT. “Kita juga bisa mengerjakan shalat-shalat sunah,
memperbanyak dzikir dan istighfar serta berdoa kepada Allah SWTterutama
pada saat mustajab, yaitu ketika hendak berbuka, pada sepertiga malam terakhir
dan pada waktu sahur,” tambahnya.
“Dengan demikian, tujuan dan harapan dari bulan
Ramadhan itu sendiri dapat kita raih secara maksimal dan kita layak disebut
pribadi yang bertaqwa,” kata Nanny Hadi Tjahjanto.
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Ketum Persit Kartika Chandra
Kirana, Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri, Manik Siwi Sukma Adji dan
Ketum PIA Ardhya Garini, Ayu Yuyu Sutisna. (Puspen
TNI)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar