KUBU RAYA - wartaekspres - Untuk mencegah masuk
dan berakarnya paham radikal dalam keluarga, Persit Kartika Chandra Kirana
Daerah XII/Tanjungpura menggelar kegiatan sosialisasi Mengenali dan Mencegah
Intoleransi serta Radikalisme dalam Keluarga, bertempat di Aula Makodam
XII/Tpr. Sosialisasi dibuka oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur
Rahmad, sedangkan materi disampaikan oleh Dr. Ninik Rahayu, SH, MS, dari
Ombudsman RI, Kamis (9/1/20).
Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad selaku Pembina Persit KCK
PD XII/Tpr dalam sambutan menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia terkenal sejak
dahulu memiliki sikap toleransi yang tinggi. Namun dalam beberapa tahun
terakhir berkembang paham radikal.
Lanjutnya menyampaikan, bahwa saat ini ada upaya untuk mengikis nilai-nilai
kebangsaan tersebut karena bangsa kita ini terkenal sangat kaya dengan sumber
daya alamnya.
"Nah sekarang ini ada sekelompok orang yang ingin mengobrak-obrik itu
semua. Dengan cara atau konsep radikalisme. Ini tentunya menjadi ancaman bagi
kita," ujar Pangdam XII/Tpr.
Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menegaskan, bahwa sesuai
dengan misi dan kebijakan Presiden, Joko Widodo sangat menekankan upaya untuk
memberantas paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia. Untuk itu dirinya
mengajak kepada anggota Persit untuk melindungi keluarganya agar tidak terpapar
paham radikal.
"Sesuai dengan kebijakan dan misi Presiden bahwa kita harus
memberantas radikalisme dan terorisme dari bumi Indonesia," ajak Pangdam
XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.
Sedangkan narasumber dari Ombudsman RI, Dr. Ninik Rahayu, SH, MS, dalam
sosialisasi menyampaikan, agar tidak mudah terpapar ajaran radikal seseorang
harus membangun kesadaran dan pengakuan bahwa keberadaan agama atau kepercayaan
yang berbeda-beda itu adalah konsekuensi dari keberagaman dunia yang diciptakan
oleh Sang Pencipta.
Dirinya menghimbau kepada anggota Persit, agar menjauhi akun-akun di media
sosial yang gemar melakukan propaganda kebencian kepada pihak lain. Mempelajari
ajaran agama dari sumber terpercaya dan terkategori sebagai pihak yang
menyuarakan toleransi dan perdamaian, serta turut serta menyebarkan pemahaman
ajaran agama yang inklusif dan toleran.
"Lakukan langkah konkret penerimaan terhadap yang berbeda agama
contohnya adalah saling mengunjungi di hari raya keagamaan, membantu pendirian
rumah ibadah, senam lintas agama dan kunjungan ke rumah ibadah bersama lintas
agama," kata Dr. Ninik Rahayu, SH, MS. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar