PONTIANAK - wartaekspres - Guna membentuk generasi muda yang berkarakter serta
menumbuhkan rasa cinta tanah air, Komando Distrik Militer (Kodim) 1207/Berdiri
Sendiri menggelar pelatihan Wisata Matematika Bela Negara (WMBN) yang
dilaksanakan di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1207/Berdiri Sendiri,
Jalan Gusti Sulung Lelanang, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak
Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Selain dihadiri puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama
(SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), WMBN ini juga dihadiri Kepala Staf
Distrik Militer (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri, Letkol Infanteri Wisnu
Herlambang, Wakapaldam XII/Tanjungpura, Kasi Tuud Pomdam XII/Tanjungpura, Kasi
Tuud Kesdam XII/Tanjungpura, para Pasi Kodim 1207/Berdiri Sendiri, para
Danramil Kodim 1207/Bersiri Sendiri serta perwakilan guru pendamping.
Dalam arahannya, Dandim 1207/Berdiri Sendiri yang diwakili
Kasdim 1207/Berdiri Sendiri, Letkol Infanteri Wisnu Herlambang menjelaskan,
bahwa kegiatan WMBN jika dikupas satu persatu menurut pengertianya memiliki
makna yang sangat luas.
"Yang pertama yaitu kata wisata adalah suatu kegiatan
perjalanan atau aktifltas yang dapat menenangkan hati serta menyegarkan otak.
Kata matematika merupakan kata yang berasal dari Yunani yaitu Mathema yang
artinya pengetahuan, pemikiran, pemelajaran tentang ukuran, besaran atau lebih
dikenal ilmu pasti. Dan merupakan salah satu mata pelajaran yang tersulit bagi
sebagian pelajar,” ujarnya.
Sedangkan bela negara mendengar kata-kata ini pikiran kita
langsung memikirkan perang, namun sebenarnya bela negara bukan hanya perang
sesuai dengan undang-undang. “Namun bela negara memiliki arti sikap maupun
perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecitaannya kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 dalam menjalankan kelangsungan hidup berbegara yang seutuhnya," jelas
Kasdim 1207/Berdiri Sendiri, Selasa (14/1/20).
Dikatakan Kasdim 1207/Berdiri Sendiri, bahwa setiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara yang mana
syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.
"Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan
berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela
negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai
dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman
nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang
terbaik bagi bangsa dan negara. Di Indonesia proses pembelaan negara sudah
diatur secara formal ke dalam Undangundang. Diantaranya sudah tersebutkan ke
dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945, khususnya pasal 30," kata
Kasdim.
Lanjut Kasdim menjelaskan secara umum, bahwa WMBN
diselenggarakan bertujuan sebagai wahana untuk menjembatani kebutuhan dan
kepentingan besar tentang bela negara.
Di samping itu, kita berharap agar para generasi muda
tertarik mengikuti pelatihan bela negara, mempunyai semangat bela negara, dan
mempunyai pengetahuan tentang bela negara. Maka dibuat program yang kreatif
serta berkesinambungan dengan kebutuhan kekinian.
Sedangkang secara khusus kegiatan ini memiliki tujuan agar
pelajar memahami perilaku bela negara yang harus dilakukan melalui pendekatan
berpikir suprarasional. Agar pelajar memahami nilai-nilai Pancasila,
Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, sejarah perjuangan bangsa, Bhinneka Tunggal lka
melalui permainan matematika bela negara.
“Agar pelajar memiliki jiwa gotong-royong dan tolong
menolong dengan sesama, bangga dengan produk dalam negeri dan termotivasi untuk
berprestasi di berbagai bidang. Serta yang terakhir menjadi salah satu program
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi sekolah-sekolah di sekitar Kodim
maupun Koramil," pungkas Kasdim 1207/Berdiri Sendiri. (Rls/danil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar