Minggu, 16 Februari 2020

Warga Sebut : Proyek Jalan Di Sambera Bukan Semenisasi Tapi Pasirnisasi


KUTAI KERTANEGARA - wartaekspres - Kegiatan semenisasi jalan di RT VI Sambera Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kertanegara, dianggap bukan semenisasi tetapi pasirnisasi.
Pasalnya, proyek jalan yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kutai Kertanegara tahun 2019 diduga dikerjakan tidak sesuai RAB, sehingga hasilnya pun dikwatirkan tak akan bertahan lama.
Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Sambera Baru, Nonci (42) saat ditemui di lokasi proyek peningkatan jalan Dusun Manunggal Jaya RT VI beberapa waktu lalu. "Ini bukan semenisasi tapi hanya pasirnisasi dan koralnisasi," kata Nonci, Selasa (4/2/2020) lalu.
"Gimana mau bertahan lama kalau cara kerjanya seperti ini, baru sebulan aja sudah kelihatan semua koralnya karena kebanyakan pasir daripada semen," ungkapnya.
“Semestinya pihak yang terkait dengan proyek wajib memperhatikan kwalitas pekerjaan, jangan asal jadi dan cuma mengejar keuntungan semata sementara masyarakat yang dirugikan," ujarnya.
Nonci juga berharap, pihak konsultan proyek untuk lebih aktif mengawasi pekerjaan di lapangan agar kwalitas pekerjaan bisa sesuai yang diharapkan.
"Konsultan proyek harusnya turun ke lapangan berikan contoh atau petunjuk bagaiman cara kerja yang baik, jangan ada pembiaran akhirnya pekerjaan tidak sesuai anggarannya, lebih banyak yang tinggal dananya daripada yang digunakan," kata Nonci.
Lebih lanjut dikatakan Nonci, beginilah jika kurang pengawasan, beberapa proyek khususnya di Sambera ini diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan asal jadi, ini bisa dilihat dari cara kerja mereka dan hasil kerjaan, bahkan plan proyek pun sudah tidak terpasang entah kemana sudah.
Dikonfirmasi secara terpisah kontraktor pelaksana proyek semenisasi peningkatan jalan Dusun Manunggal Jaya RT VI Sambera, bernama Edi menyampaikan, bahwa masalah kwalitas pekerjaan yang lebih mengetahui adalah pihak kecamatan dan konsultan.
"Terkait masalah kwalitas pekerjaan kami silahkan ke kecamatan dan konsultan karena mereka yang menentukan baik tidaknya hasil kerjaan kami," ujar Edi.
Edi menjelaskan, bahwa meskipun dirinya selaku kontraktor, tetapi yang mengerjakan dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan adalah pelaksana di lapangan.
"Kami hanya menyuplai material yang mereka butuhkan, kalau pun hasilnya tidak sesuai itu urusan pelaksana di lapangan dan pihak kecamatan karena telah diverikasi. Besaran anggaran yang digunakan dan bagaimana hasilnya pekerjaan tersebut silahkan ke kecamatan," tutupnya. (Katono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....