JAYAPURA - wartaekspres - Pelaksanaan evakuasi korban Heli Mi-17 di pegunungan Bintang tidak mudah, karena berada pada ketinggian lebih dari 12.000 ft dengan kemiringan
sampai dengan 90 derajat, butuh suatu profesional, skil dan tekad untuk melaksanakan evakuasi.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (HC). Hadi Tjahjanto, S.IP, pada saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI-Polri dan tokoh masyarakat serta tokoh
agama, usai melaksanakan upacara pemberangkatan 4 Jenazah korban kecelakan
jatuhnya pesawat Heli Mi-17 di pegunungan Bintang beberapa waktu yang lalu,
bertempat di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura, Papua, Selasa (18/2/2020).
Setelah selama delapan bulan melakukan pencarian
prajurit terbaik TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan misi Operasi Militer
Selain Perang (OMSP) akhirnya dengan bantuan dari beberapa tokoh masyarakat
diantaranya Pilatus yang dapat menunjukkan arah tempat jatuhnya pesawat
Helikopter Mi-17 sehingga penumpang dan crewnya bisa ditemukan.
Pada kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan rasa
bangga dan berterima kasih kepada seluruh prajurit TNI terutama prajurit dari
Batalyon Raider 751/Vira Jaya Sakti dan kru helikopter, Personel Polri serta tokoh
masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama sehingga bisa mengangkat dua belas
korban sampai ke Sentani.
Hari ini 4 korban lagi dilepas Pangdam XVII/Cen menuju
kampong halaman masing-masing yang berada di Sorong, Ambon, Kendari dan kupang.
Sementara satu hari sebelumnya 8 korban sudah dikirim kemarin dan sekarang
sudah sampai di Semarang dan Surabaya.
Tidak lupa Panglima TNI mendoakan 12 prajurit terbaik
TNI Angkatan Darat, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan
keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan serta menjadikan suatu
pelajaran bagi semua untuk meningkatkan profesionalisme, sehingga pelaksanaan
tugas kedepan akan semakin baik. (Puspen TNI)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar