SINGKAWANG - wartaekspres - Dalam rangka turut
memeriahkan perayaan Cap Go Meh, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI
Muhammad Nur Rahmad didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah
XII/Tanjungpura, Ely Nur Rahmad serta para pejabat utama Kodam XII/Tpr
menghadiri pembukaan Festival Cap Go Meh Singkawang 2020. Acara pembukaan
berlangsung di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat,
Sabtu (8/2/20).
Festival Cap Go Meh Singkawang 2020 yang mengambil tema Budaya Pemersatu
Bangsa, dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang
diwakili oleh Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Fachrul Razi,
ditandai dengan pernyataan resmi serta pemukulan loku. Didampingi oleh Gubernur
Kalimantan Barat, Sutarmidji, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie serta Wakil
Wali Kota Singkawang, Irwan.
Menag RI, Fachrul Razi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa setiap
perayaan hari besar agama hendaknya dapat disikapi sebagai momen untuk lebih
mengokohkan hubungan dengan umat beragama apapun.
Menag menegaskan, bahwa perbedaan harus disikapi sebagai sumber kekuatan.
Ajaran agama apa pun mengajarkan toleransi, tidak ada yang mengajarkan kita
untuk saling bertentangan. Bila ada yang mempertentangkan agama berarti dia
salah dalam memahami agama.
"Perayaan Cap Go Meh ini bukan hanya momennya Kota Singkawang, tetapi
momennya nasional, Indonesia. Terima kasih telah menunjukkan persatuan dan
kesatuan kita," ucapnya.
Pada Festival Cap Go Meh di Kota Tertoleran di Indonesia ini dimeriahkan
dengan berbagai pertunjukan, diantaranya barongsai, naga, kilin, miniatur, seni
budaya nusantara, drumband dan 813 tatung dan 11 tatung dari negeri Jiran
Malaysia.
Saat mengikuti acara lelang, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur
Rahmad menerima patung shio tikus dari Bapak Vincent yang merupakan salah satu
tokoh masyarakat Kota Singkawang.
Acara lelang pada Cap Go Meh ini menarik, dimana seluruh hasil dari
penjualan lelang nantinya akan dikumpulkan untuk kegiatan hari raya Cap Go Meh
tahun depan. Adapun barang yang dilelang adalah barang yang sudah didoakan dan
menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa barang tersebut akan mendatangkan hoki
bagi yang mengambil lelang. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar