Kamis, 06 Februari 2020

Kecamatan Lubuk Baja Fasilitasi Proses Klarifikasi Isu Miring Korban Longsor Tanjung Uma


BATAM - wartaekspres - Polemik Korban longsor di Tanjung Uma, Kota Batam berbuntut panjang dan jadi bahan perbincangan netizen, Rabu (05/02/2019).
Informasi yang simpangsiur di kalangan netizen Kota Batam hari ini resmi dimediasi oleh pihak Kecamatan Lubuk Baja antara keluarga korban, Paguyuban Persatuan Pemuda Indragiri Hilir dengan pihak pengurus posko bantuan korban longsor, Tagana dan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga almarhumah (Sarinah) dan keluarga besar PPI Kota Batam meminta klarifikasi terkait isu yang sedang hangat diperbincangkan publik, yaitu adanya korban meninggal pada kejadian bencana longsor Tanjung Uma.
Sementara itu, pada pertemuan yang difasilitasi oleh Kecamatan Lubuk Baja dipimpin oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian, Abdul Malik yang dihadiri oleh mewakili Danramil, kepolisian setempat, Kepala Upt Puskesmas Lubuk Baja dan Lurah Tanjung Uma, Tagana dan masyarakat yang ikut terlibat dalam kepengurusan Posko.
Dalam pertemuan itu telah dijelaskan oleh beberapa pihak terkait yang mencantumkan nama Sarinah sebagai korban longsor Tanjung Uma. Berdasarkan keterangan yang diduga majikan Sarinah (tempat almarhum meninggal) menjelaskan, bahwa jam 05.00 Wib mereka masih berbincang-bincang dengan almarhum, sementara kejadian longsor sekitar jam 03.00 Wib.
“Jadi tuduhan yang mengatakan kalau Sarinah meninggal kerena longsor adalah orang-orang yang sengaja mau mengambil kesempatan dalam musibah longsor Tanjung Uma,” ungkap Hery Marhat.
Dalam kesempatan yang sama, berdasarkan keterangan dari pihak Tagana menjelaskan, bahwa pendirian posko bantuan di Tanjung Uma merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang diemban oleh Tagana dan di suppot oleh Dinas Sosial Kota Batam.
“Pencatutan nama Sarinah sebagai korban meninggal pada bencana longsor merupakan hasil musyawarah masyarakat, sebab waktu bermusyawarah dengan masyarakat sebagian warga disampaikan bahwa Sarinah diduga mengidap penyakit jantung,” pungkasnya.
Penjelasan yang sama disampaikan oleh Sekretaris Posko, Juned Ginting mengatakan, bahwa pencatutan nama Sarinah sebagai korban bencana longsor merupakan hasil kesepakatan dengan warga saat bermusyawara.
Hery Marhat selaku pendiri Paguyuban PPI Kota Batam juga menyampaikan, bahwa kredibilitas kami dari PPI dengan adannya isu ini sangat dirugikan, karena isu yang beredar di kalangan netizen. “Data Posko yang digunakan diduga fiktif, ini harus diluruskan. Kami minta kepada pihak terkait untuk meluruskan dengan sebenar-benarnya jangan sampai ada pihak lain yang menyalahgunakan isu ini untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ketua Paguyuban PPI, Rasidi, mengaku sangat kecewa dengan pemberitaan sebelumnya yang membawa-bawa nama Sarinah. “Saudara kami itu meninggal karena sakit dan dapat dibuktikan dengan data yang kami miliki, lantas siapa yang menulis di papan informasi bahwa Sarinah meninggal karen serangan jantung, apakah bisa dibuktikan dengan hasil otopsi atau visum, kami berharap agar ada yang bisa bertanggung jawab atas pencatutan nama almarhumah,” tegas Rasidi. (Lukas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....