SEMARANG - wartaekspres - Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo mengusulkan untuk menutup sekolah tempat terjadinya bullying. Ganjar
berencana melebur sekolah berkapasitas murid kecil dengan sekolah lain di
sekitarnya.
Hal ini disampaikan
Ganjar sebagai tindaklanjut kasus bullying yang terjadi di sebuah SMP di
Purworejo. Ganjar mengatakan, bahwa kasus bullying ternyata tak hanya terjadi
di sekolah dengan kapasitas murid besar. Sebagaimana terjadi di Purworejo,
bullying juga terjadi di sekolah berkapasitas kecil. Kondisi itu pun mengundang
rasa penasaran Ganjar.
Berdasarkan
penelusuran di laman Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
sekolah tempat terjadinya bullying hanya mendidik 21 siswa yang terbagi dalam
tiga rombongan belajar (rombel). Rombel VII dan VIII masing-masing berisi enam
siswa. Sementara rombel IX terdiri dari sembilan siswa. Seluruh murid diampu
oleh delapan guru dan empat tenaga kependidikan.
“Sekarang mesti kita
pikirkan bagaimana mengevaluasi sekolah seperti ini. Dengan sekolah
berkapasitas sedikit, jangan-jangan kapasitas sekolah untuk menyelenggarakan
pendidikan pun tidak mampu,” ujar Ganjar.
Dia berencana meminta
masukan kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan terkait
kemungkinan untuk menutup sekolah tersebut atau melebur sekolah berkapasitas
murid kecil dengan sekolah di sekitarnya.
“Mungkin kita harus
berani ambil tindakan. Sekarang saya lagi minta regulasinya ditata dan saya
minta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan yang begini boleh nggak sih
dilikuidasi? Saya kira kalau seperti itu gak ada muridnya atau nggak bisa
keluar dengan baik, ditutup saja, atau digabung dengan sekolah kiri kanannya,”
tegas Gubernur.
Sebagaimana
diketahui, bahwa kasus bullying kembali terjadi di sebuah SMP di Purworejo.
Aksi bullying ini diketahui dari adanya video yang viral di media sosial, Rabu
(12/2/2020) malam. Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, tampak tiga orang
siswa laki-laki merundung seorang siswi perempuan. Mereka menendang dan bahkan
memukul si korbannya dengan gagang sapu. Korban yang tampak tidak berdaya hanya
menundukkan kepala di mejanya sambil menangis.
Ganjar pun segera
merespon hal ini. Sejak Rabu malam, dia mengatakan telah menelepon kepala
sekolah tempat terjadinya bullying. Kamis pagi, Ganjar juga mengutus Kepala
Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten
Purworejo demi mengusut kasus ini.
“Sekolah sudah ambil
tindakan, kepolisian juga sudah menerima laporan. Saya sudah koordinasi dengan
pengurus organisasi induk sekolahnya. Jadi sudah saya telponi semua,” kata
mantan anggota DPR RI ini.
Dia juga meminta agar
siswa pelaku perundungan diberi konseling dari guru maupun psikolog.
Menurutnya, kenakalan siswa sebagaimana tampak dalam video yang viral itu harus
diatasi dengan konseling agar perilaku bullying tidak terjadi lagi ke depannya.
(A. Yahya)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar