BREBES - wartaekspres - Pencemaran lingkungan
yang diakibatkan limbah cair B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang diduga
dibuang oleh pihak PT. Rayon Utama Makmur (RUM), Sukoharjo, Jateng, kini telah
ditangani oleh PT tersebut dengan melakukan reklamasi tanah.
Dikatakan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Babinsa setempat,
Serka Iskandar, bahwa upaya pemulihan tanah dilakukan mulai pukul 13.30-16.30
WIB dengan menggunakan alat berat berupa excavator.
“Tanah yang dulunya terdampak limbah cair B3 yang diduga berasal dari PT.
RUM sekarang sedang dipulihkan kembali melalui pengupasan tanah sampai
kedalaman satu meter, penimbunan tanah baru yang dicampuri zat penetral/pupuk
organik, dan penutupan tanah kembali,” jelasnya.
Pekerjaan yang dilakukan oleh PT. RUM melalui perwakilan dari Bogor yang
dipimpin Korlap Arman, dikawal oleh Kepala DLHPS Kabupaten Brebes Drs. Budi
Dharmawan, M.Si, Polres dari Unit 4 Tipiter, Johar Kades Kutamendala, Babinsa,
Aiptu Prayit dari Polsek Tonjong serta Eko Susilo, S.Hut dari BPD Kutamendala.
Sekedar diketahui, bahwa limbah sebelumnya dibuang oleh oknum yang tak
bertanggung jawab di Bantaran Kali Pedes Dukuh Satir RT. 05 RW. 09, Desa Kutamendala,
Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada tengah malam (27/11/19).
Dipilih tempat ini karena memang jarang terdapat aktivitas orang pada waktu
tersebut.
Tuduhan kepada PT. RUM berdasarkan temuan segel dengan nomor 1803425 bertuliskan
PT. RUM. Mantan Kadin DLHPS, Edy Kusmartono, sebelumnya telah melayangkan surat
kepada perusahaan tekstil tersebut untuk dimintai keterangan secara tertulis
(3/12/19).
Namun sebelumnya telah dilakukan pengambilan sampel cairan limbah untuk
diteliti dan dipastikan itu jenis B3. Pasalnya, limbah berbahaya yang berwarna
kuning kecoklatan ini membuat masyarakat setempat sesak nafas karena baunya
yang sangat menyengat. Di lokasi tercemar limbah dengan luasan mencakup 50 x 25
meter, tanaman juga layu kemudian mati.
Jika
tidak bertanggung jawab, pelakunya dapat dijerat dengan banyak pasal yang
berkaitan dengan pencemaran lingkungan. Diantaranya adalah UU RI No. 32 Tahun
2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, UU No. 32 Tahun
1992 tentang kesehatan, Permenkes RI No.472/menkes/per/v/1996 tentang
pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup No. 05 Tahun 2012 tentang jenis usaha atau kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan Amdal, serta Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan
informasi publik. (Aan)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar