Selasa, 14 Januari 2020

Rekam Jejak Totok Santoso Hadiningrat Orang Yang Mengaku Raja Keraton Agung Sejagad


PURWOREJO - wartaekspres - Hebohnya kelompok orang yang mengaku sebagai anggota Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, membuat publik bertanya-tanya, siapa sosok dari Sinuhun pemimpin Kerajaan Keraton Agung Sejagat itu.
Tak sulit untuk meriset pria yang menamai dirinya sangat panjang ala keraton kuno bernama asli Totok Santosa Hadiningrat ini.
Bahkan dari beberapa sumber media, diketahui sebelumnya, bahwa Totok telah menjalankan modus serupa di Yogya, namun beda nama organisasi pada tahun 2016-2017 lalu.
Dia menamai organisasinya Jogja Development Committee (Jogja DEC) yang menjanjikan kepada anggotanya akan mendapatkan uang 100-200 Dollar Amerika per bulan. Akan tetapi banyak anggota Jogja DEC yang keluar karena realisasi janji tak kunjung ada.
Sama dengan anggota Kerajaan Keraton Agung Sejagat, mereka juga harus membayar uang seragam Rp 3 juta. Para anggota Kerajaan Keraton Agung Sejagat pun mengeluarkan uang untuk setiap kegiatan. Dengan janji-janji mendapat imbalan jika dana dari Bank Dunia turun.
Bahkan disinyalir, ada anggota Jogja DEC yang hingga saat ini terus menjadi pengikut Totok Santosa.
Ditelusuri dari akun Instagramnya, tidak ada satu pun yang menerangkan bahwa dia adalah keturunan raja atau yang memperoleh wahyu untuk menguasai dunia. Foto-foto yang diunggah pun kebanyakan foto selfie Totok dan kegiatan-kegiatannya. Followernya pun hanya 436 orang sementara yang dia ikuti 1.654 akun.
Jumlah tersebut tentu sangat kontradiktif dengan klaimnya sebagai penguasa dunia. Bahkan seorang presiden saja bisa memiliki jutaan follower di akun medsosnya.
Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab agar seluruh Forkompimda bisa duduk bersama menghadirkan sejarawan.
"Sampai saat ini belum ada aduan ataupun laporan. Kami menindaklanjuti sesuatu berdasar laporan," kata Wakapolres, Senin (13/1/2020).
Lebih lanjut Wakapolres mengatakan, jika ada keresahan, Kamtibmas harus diutamakan. "Kami yakinkan negara akan hadir untuk menyelesaikan permasalahan Kerajaan Keraton Agung Sejagat ini," tegas Andis. (Yahya)

1 komentar:

  1. Selagi organisasi itu tidak merugikan dan tidak anarkis, biarkan berjalan sesui alurnya, sebab kebudayaan adalah apresiasi atas aksi reaksi secara emphati dan simphati.......
    Negara hadir dan menyertai perkembangan gerak arahkan kemana........
    Dan perhatikan atau beri dukungan sepenuhnya atau hentikan seketika dirana hukum semestinya, ketika melenceng dan tidak berguna sama sekali.......

    Salam #satuMerta Terpujilah Kita Semua🙏

    BalasHapus

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....