BREBES - wartaekspres - Masyarakat Dukuh
Taman, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,
melakukan protes keras terhadap pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh PT.
Etira (Eka Timur Raya), produsen pupuk kompos, Senin sore (6/1/2019).
Audiensi ini dilakukan di balai desa setempat, dengan dihadiri berbagai
unsur dan komponen masyarakat. Pejabat sementara Danramil 11 Paguyangan Kodim
0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, juga hadir mendampingi Kepala Desa
Pandansari Irwan Susanto, SE. Selain itu Babinsa setempat Serda Sugeng W dan
Bhabinkamtibmas Aiptu Zenuri, turut mengawal pihak PT. Etira saat bertemu
dengan perwakilan masyarakat.
”Masyarakat Dukuh Taman sangat mengeluhkan amdal yaitu limbah bau yang
menyengat. Untuk itulah dilakukan mediasi bersama pihak desa,” ujar Kapten
Suryadi.
Hasil audensi tersebut, PT. Etira melalui pimpinannya Agus Setiawan, dan
manajer Yudo, menyatakan, bahwa pihaknya siap menangani limbah air kompos
dengan cara memperbaiki drainase (saluran) air pembuangan sehingga tidak
menggenang atau menumpuk.
Selanjutnya adalah melakukan pengapuran kompos dengan abu kapur sampai
baunya hilang, mencari lahan yang agak jauh dari perkampungan sebagai saluran
pembuangan kompos alternatif.
Memindahkan cerobong asap ke bawah Desa Wanatirta dalam jangka waktu 4
bulan dari audiensi ini dengan tujuan untuk mengurangi polusi.
“PT. Etira juga menyatakan akan merekrut tenaga kerja dari masyarakat
setempat sebesar 95 %, dan jika masyarakat setempat membeli kompos yang
dihasilkan maka akan diberikan nilai jual yang rendah,” tandas Suryadi.
Gejolak
masyarakat ini akhirnya dapat diredam dengan penanganan secepatnya oleh unsur
terkait di wilayah Paguyangan. (Aan)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar