KAB. BANDUNG - wartaekspres - Aster Kasdam III
Siliwangi, Kolonel Inf G. Hasto bersama Dansektor VIII Kolonel Kav Purwadi,
Satgas Citarum Harum, Kamis (2/1) pagi pukul 09.30 Wib, menelusuri Daerah
Aliran Sungai Citarum, guna meninjau dan mengantisipasi bencana banjir di
wilayah Baleendaah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Seperti diketahui,
bahwa kawasan wilayah tersebut merupakan langganan banjir, pemantauan aliran
sungai itu dilakukan, dari wilayah Rancamanyar hingga kawasan Andir, Kecamatan
Baleendaah.
Dijelaskan Kolonel
Hasto, bahwa pasukan Siliwangi Sektor VII, sudah bekerja efektif, dimana
pengerukan sedimentasi normalisasi Daerah Aliran Sungai Citarum telah
memberikan dampak positif, mempercepat aliran air Sungai Citarum. “Dengan dilakukan
pengerukan sedimentasi sungai, banjir yang biasanya menggenangi berhari-hari
bisa berkurang durasinya hingga dalam hitungan jam,” ujarnya.
“Kami sudah melihat,
bahwa pengerukan yang sudah dilakukan memberikan efek yang positif. Ini perlu
kita tingkatkan lagi sehingga ini menjadi evaluasi untuk program berikutnya,”
katanya usai peninjauan.
Curah hujan yang
masih tinggi membuat pihaknya harus terus memonitor perkembangan Sungai
Citarum. Dikhawatirkan, sedimentasi yang sudah dinaikan ke badan sungai terbawa
kembali oleh aliran sungai.
“Dengan ada
pengerukan ini minimal bisa membantu mengurangi genangan banjir dan mempercepat
surutnya genangan banjir. Ke depan akan kita lakukan secara masif,” ujar Hasto.
Sementara itu,
Dansektor VII Citarum Harum, Kolonel Purwadi menyampaikan, bahwa sampah di aliran
Sungai Citarum ini juga sudah berkurang. “Kita lihat tadi, sampah sudah
berkurang,” ujarnya.
Terkait banjir yang
biasa terjadi di wilayah tersebut, Purwadi menyebut, bahwa meski tidak dapat
menghilangkan setidaknya dengan pengerukan sedimentasi aliran air menjadi lebih
cepat.
“Di Jakarta banjir,
di tempat kami tidak ada banjir. Memang kita belum bisa menghilangkan 100
persen, tetapi waktu banjir bisa berkurang. Biasa di sini banjir satu minggu
tetapi kemarin hanya satu hari dan siangnya surut dan bisa dilalui kendaraan,”
sebutnya.
Menurutnya, lebar dan
dalam Sungai Citarum juga sudah dilebarkan dan didalamkan. Hal tersebut
dilakukan untuk mengantisipasi banjir. “Sungai yang tadinya memiliki lebar 30
meter dilebarkan menjad 60 meter dan kedalaman dikeruk hingga lima meter,”
pungkasnya. (Pena Sukma)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar