PONTIANAK - wartaekspres - Kepala Pembinaan dan
Mental Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Yogi Gunawan diwakili Kalakjarah
Bintaldam XII/Tpr, Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag menjadi narasumber pada dialog
interaktif Derap TNI di LPP RRI Pontianak, Kamis (21/5/20).
Dialog dilaksanakan via online dari Bintaldam XII/Tpr dipandu penyiar dari
studio RRI Pontianak, Jalan Sudirman, Kota Pontianak. Dialog interaktif yang
dipandu oleh Penyiar RRI, Dian Lestari mengambil tema "Puasa Ramadhan
Membentuk Hamba yang Ikhlas dalam Menggapai Ridha Allah SWT", dilaksanakan
melalui online.
Kalakjarah Bintaldam XII/Tpr, Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag, menyampaikan,
bahwa puasa pada dasarnya adalah dalam rangka meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan kepada Allah SWT, termasuk ibadah puasa di bulan Ramadhan. Pada
mulanya perintah berpuasa terasa begitu berat dan membebani umat Muslim. Betapa
tidak, mereka tidak diperbolehkan makan dan minum serta bercampur dengan isteri
beberapa saat setelah berbuka.
"Hingga akhirnya turun kembali ayat shaum yang difirmankan Allah SWT
pada tahun kedua hijriyah yang merupakan bentuk kebijaksanaan Allah dalam Surah
Al-Baqarah ayat 187," terangnya.
Lanjutnya disampaikan keistimewaan bulan Ramadhan diceritakan, bahwa wajah
Rasulullah selalu berseri-seri ketika datangnya bulan Ramadhan, begitu pula
para sahabat. Mereka menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan sebaliknya
merasa sangat bersedih ketika Ramadhan berlalu. Hal ini dikarenakan pada bulan
Ramadhan begitu banyak kebaikan-kebaikan dan keistimewaan-keistimewaan di
dalamnya.
"Bahkan Rasulullah bersabda, “Kalaulah umatku mengetahui keistimewaan
bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki setiap bulannya dalam setahun adalah
bulan Ramadhan”. Bagaimana tidak, pada bulan Ramadhan kebaikan dari Allah SWT
begitu melimpah, balasan kebajikan dilipatgandakan, pintu syurga dibuka
selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, dan memberikan satu
malam yang lebih baik dari 1000 bulan (malam lailatul qadar)," ujarnya.
Menurut, Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag, puasa Ramadhan membentuk ketaqwaan
dan keikhlasan. Karena puasa Ramadhan adalah ibadah Sir, dimana seorang hamba
itu dilatih melaksanakan ibadah itu, semata karena allah, maka akan terbentuk
ketaqwaan yang mumpuni, pengendalian diri yang mantap serta keikhlasan.
"Seorang hamba yang ikhlas akan beribadah atau berbuat kebaikan tidak
lagi untuk mengharapkan kebaikan atau pujian dari manusia lainnya. Seorang
hamba tersebut hanya mengharapkan kebaikan, balasan dan pujian semata dari
Allah SWT. Pada akhirnya muncullah ridho Allah kepada hamba tersebut,"
pungkas Letkol Inf R.E Hasibuan, M.Ag. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar