SURABAYA - wartaekspres - Civitas Akademika
Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) laksanakan Upacara Bendera tanggal
17 Februari 2020 selaku Inspektur Upacara Wakil Komandan STTAL, Kolonel Laut
(T) Abdul Rahman, ST, MT, di hadapan pasukan gabungan mahasiswa dan anggota
Militer/Antap serta PNS STTAL dengan dihadiri para perwira
STTAL bertempat di Lapangan Upacara Kampus STTAL, Jl. Bumimoro-Morokrembangan,
Surabaya, Senin (17/2/2020).
Dalam kegiatan upacara diawali penaikan bendera, pembacaan teks Pancasila
oleh Irup diikuti peserta upacara dilanjutkan perwakilan pembacaan Pembukaan
UUD 1945, pengucap Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri.
Amanat Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE, MM, yang dibacakan
Inspektur Upacara menyampaikan, bahwa pada kesempatan Upacara Bendera kali ini
merupakan momen yang baik untuk menyampaikan arahan kepada segenap personel TNI
Angkatan Laut, sehingga para anggota serta PNS di lingkungan TNI Angkatan Laut
dapat memahami alur kebijakan dan arah pelaksanaan serta pengembangan
organisasi TNI Angkatan Laut yang kita cintai bersama ini, khususnya memasuki
Renstra Baru 2020-2024.
Kita harus menyadari secara kolektif organisasi, bahwa dinamika perubahan
lingkungan strategis baik global maupun regional akan mempunyai dampak baik
langsung maupun tidak langsung terhadap kesuksesan dalam mewujudkan TNI
Angkatan Laut yang mempunyai kemampuan proyeksi regional dan berkomitmen
global. Dengan demikian, hal ini menuntut adanya sinkronisasi dan
koordinasi yang lebih baik lagi antar bagian dan Satker TNI Angkatan Laut, agar
menjadi tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan yang terjadi.
Kita telah memasuki tahun 2020, yang merupakan awal dari Renstra ke empat
selama 5 tahun ke depan. Sebagai konsekuensinya, para pengawak organisasi
harus lebih responsif terhadap perkembangan situasi dan kondisi lingkungan
sekitar. Kita harus mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan inovasi yang
mutakhir, khususnya dalam era Revolusi Industri 4.0 ini. Segala daya upaya
bersama diperlukan untuk mewujudkan Angkatan Laut yang efektif, efesien dan
berkinerja tinggi guna mendukung berbagai kebijakan pemerintah.
Pemerintah telah mencanangkan tema "SDM Unggul, Indonesia Maju" yang
berfokus kepada peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia. Sebagai bentuk
implementasinya, maka seluruh program harus tersinkronisasi serta berorientasi
kepada peningkatan kapabilitas dan kapasitas kekuatan Angkatan Laut yang
didasari oleh Sumber Daya Manusia yang profesional, kompeten dan bermoral,
diikuti dengan peningkatan kesejahteraan prajurit.
Faktor Sumber Daya Manusia merupakan tulang punggung pencapaian pembangunan
pertahanan. TNI Angkatan Laut harus diawaki oleh prajurit yang terlatih,
terdidik, dilengkapi secara baik dan dijamin kesejahteraannya sesuai dengan
jati diri prajurit TNI sebagai tentara profesional.
Meminjam kata-kata pepatah yang mengatakan, "Ketika kita berencana
untuk setahun maka tanamlah padi, Ketika kita berencana untuk sepuluh tahun maka
tanamlah pohon, Namun bila kita merencanakan untuk seumur hidup maka didiklah
orang". Hal ini berlaku juga dalam organisasi kita, bahwa investasi
terbaik berada pada kualitas SDM yang dapat mendorong kemajuan
organisasi. Dengan demikian, perhatian terhadap pembangunan SDM TNI
Angkatan Laut perlu terus ditingkatkan ke depan, sehingga kita mampu
menciptakan prajurit matra laut yang profesional, kompeten dan bermoral.
Selain harus membangun kekuatan pertahanan negara yang tangguh serta
mendidik SDM yang mampu berkompetisi di era teknologi ini, kita juga perlu
memahami dan mengantisipasi segala bentuk ancaman yang terkadang tidak tampak
di permukaan. Dalam kurun waktu belakangan ini,ada beberapa isu keamanan
yang menarik perhatian dunia.
Pertama, wabah virus Novel-Corrona atau dikenal dengan nama kedokteran
Covid-19, telah mengakibatkan korban meninggal dalam angka yang cukup besar dan
cukup luas penyebarannya di dunia. Sikapi dengan cermat perkembangan
penyebaran penyakit ini dengan memahami cara pencegahan penyebarannya,
pengatasan terhadap pasien terjangkit, serta bagaimana kita menghindari wilayah
yang menjadi endemik.
Salah satu cara yang paling efektif mencegahnya adalah melalui kebersihan
lingkungan dan menjaga kesehatan masing-masing individu. Perlu diingat,
bahwa situasi yang sudah cukup membuat panik ini, tidak perlu lagi diperkeruh
dengan penyebaran berita menyesatkan (Hoax) yang hanya akan menambah kepanikan
masyarakat.
Ke dua, dunia internasional juga dikejutkan oleh kejadian penembakan yang
terjadi minggu lalu di Thailand, dimana puluhan korban warga sipil telah
menjadi korban. Mengantisipasi hal tersebut, saya perintahkan kepada
seluruh Komandan Satuan untuk secara berkala dan ketat mengawasi penggunaan
amonisi maupun senjata.
Terlepas dari tuntutan tugas, kompetensi setiap prajurit dalam penggunaan
senjata harus melalui proses dan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku. Yang
terpenting diperlukan kemampuan dari setiap pemimpin dari satuan yang terkecil
sekalipun, untuk mampu mengendalikan satuannya dengan jalan memberikan arahan
dan contoh yang baik kepada prajuritnya.
Sebelum mengakhiri amanatnya, saya sampaikan beberapa penekanaan yang
dipedomani dalam pelaksanaan tugas sebagai berikut: Pertama, tingkatkan
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, diikuti dengan peningkatan
profesionalisme, pengetahuan, keterampilan dan kesiapsiagaan prajurit matra
laut melalui peningkatan kinerja, budaya belajar, disiplin dan dedikasi serta
semangat yang tinggi.
Ke dua, selalu jaga kewaspadaan terhadap perubahan perkembangan lingkungan
sekitar dengan melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap situasi dan
kondisi yang berpotensi ancaman bagi pertahanan dan keamanan nasional.
Ke tiga, sikapi secara cerdas dan bijak perkembangan situasi, khususnya
yang menyebar melalui sosial media. Hindari keikutsertaan dalam penyebaran
berita menyesatkan (Hoax) guna menghindari terjadinya kepanikan dan histeria
massa.
Ke empat, jadikan TNI Angkatan Laut sebagai perekat kemajemukan dan
kerukunan bangsa dengan memantapkan keyakinan, kepercayaan dan citra positif
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ke lima, dengan merebaknya virus Coronavirus (Covid-2019) di banyak negara,
agar tiap personel TNI Angkatan Laut meningkatkan kewaspadaan baik pribadi
maupun keluarga dengan cara senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan
lingkungan.
Ke enam, agar segenap personel TNI Angkatan Laut mendukung pelaksanaan
sensus penduduk tahun 2020 yang akan diselenggarakan secara online yang
memungkinkan tingkat partisipasi yang tinggi. (Rls/danil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar