Selasa, 04 Februari 2020

Sumber Kekayaan Kerajaan Kutai Mulawarman Yang Mandiri dan Eksis Dalam NKRI


TENGGARONG - wartaekspres - Pangeran Nala Jamhari, S.Sos, Menteri Urusan Kerjasama Usaha Antar Bangsa Kerajaan Kutai Mulawarman, dulunya adalah Mantan Bendahara Bupati Syaukani memberikan tanggapan mengenai isu berkembang di media sosial mengenai Kerajaan Kutai Mulawarman di Muara Kaman, adalah upaya Bupati untuk mengembangkan sejarah peradaban kebudayaan dan adat istiadat di Kukar agar terus lestari.
Berdasarkan kronologis, bahwa Kerajaan Kutai Mulawarman di Muara Kaman adalah sejarah nasional menyatakan bahwa kerajaan tertua di Nusantara perlu dijadikan obyek sejarah dan dibangun museum, agar kelak generasi muda tahu akan sejarah.
“Upaya tersebut pada masa Bupati Syaukani secara pribadi sering mengutus saya seaku bendahara memberikan keuangan pribadi beliau kepada Maharaja Kutai Mulawarman Prof. DR. M.S.P.A. Iansyahrechza. FW, Ph.D, beliau selalu berpesan, agar terus membesarkan sejarah Muara Kaman karena itu aset bagi Pariwisata Daerah,” ujar Pangeran Nala Jamhari.
Dikatakannya, bahwa di zaman Bupati Syaukani tidak pernah ada isu seperti ini, karena kehidupan sejarah itu masing-masing diwariskan kepada generasi, halnya generasi Kesultanan di Tenggarong dan Kerajaan di Muara Kaman perlu dijaga agar menjadi aset dalam memacu pembangunan daerah.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa mengenai sumber kekayaan Maharaja Kutai Mulawarman Prof. DR. M.S.P.A. Iansyahrechza. FW, Ph.D, saat ini bukan dari hasil menjual gelar, akan tetapi melalui beberapa kerjasama antar perusahaan, baik di dalam maupun di luar negeri, melalui PT. Jalursutra Diraja Nusantara, PT. Royal Maren Mulawarman, PT. Royal Kaltim Global, PT. MUJ City dan CV. Maharaja, dan Maharaja juga memiliki perusahan di luar negeri antaranya Kutai Mulawarman (M) SDN. BHD dan Kaltim Devlopman (M) SDN. BHD yang berkantor pusat di Negara Malaysia dan menjali hubungan lintas antar bangsa.
Di dalam Kerajaan Kutai Mulawarman tidak memungut iuran anggota dan tidak mengurus dana aset di Bank Swiss seperti dana warisan Sukarno dan raja-raja nusantara lainnya, seperti yang dilakukan oleh Kerajaan Sejagat dan Empire lainnya. Kerajaan Kutai Mulawarman fokus untuk membangun kawasan, baik itu kawasan industeri dan pemukiman serta pusat perbelanjaan yang dirancang dalam Program Digital dan Smart City Mulawarman.
Tujuan Kerajaan Kutai Mulawarman hanya ingin memajukan daerah di bidang pembangunan, dan jika ada relasi dari luar negeri maka dalam ikatan kekerabatan anugerah gelar diberikan Maharaja untuk memupuk persaudaraan, baik itu gelar yang diberikan bagi Warga Negara Indonesia tidak ada pungutan dan bayaran, semua saling mengikat persaudaraan agar sama-sama membangun usaha yang dapat membatu Kerajaan Kutai Mulawarman membesarkan adat dan budayanya.
“Jika di media sosial mengeluarkan berbagai dugaan dan rekaan kami menyayangkan mereka tidak pernah melakukan komfirmasi kepada Maharaja yang selama ini selalu terbuka dan bersedia memberikan informasi yang tidak mengelirukan di kalangan para melenial dan warga masyarakat yang belum memahami kedudukan masalah, sehingga mereka bertanya ke tempat yang keliru menimbulkan hal-hal yang tidak sesuai dengan keadaan, harapan kami kita saling menghargai dan menghormati,” tutur Pangeran Nala Jamhari mengakhiri. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....