TANGERANG - wartaekspres - Bupati Tangerang, A.
Zaki Iskandar gerak cepat atasi banjir yang melanda 10 kecamatan. Zaki
memanggil 15 pengembang perumahan se-Kabupaten Tangerang yang terdampak banjir.
Guna mencarikan solusi jangka pendek, menengah dan panjang. Agar tidak kembali
terjadi banjir akibat tingginya hujan dan macetnya saluran drainase. Rapat ini
digelar selama hampir dua jam di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/2).
Diketahui, sejak
beberapa hari curah hujan tinggi sejak Sabtu (1/2) hingga Selasa (4/2), mengguyur
hampir semua kecamatan. Terparah di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis,
dengan ketinggian mencapai hampir dua meter. Hingga saat ini, banjir di
Perumahan Permata Tangerang dan Villa Regency belum juga surut. Hal ini
diperparah jebolnya Situ Bulakan dan meluapnya Sungai Cirarab serta permukaan
tanah di dua perumahan rendah.
Zaki mengatakan, bahwa
diskusi bersama pengembang membahas upaya penanaganan dan pencegahan banjir di
Kabupaten Tangerang. Hasilnya ada beberapa langkah mengatasi permasalahan
banjir. Baik solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Zaki memaparkan,
bahwa hujan di awal Januari dan Febrauari hampir merendam semua kecamatan.
“Kita mencoba dalam satu hingga dua minggu ke depan memperlebar, membuka bahkan
menormalisasi saluran drainase. Baik di sekeliling perumahan permukiman warga
di desa atau kelurahan. Ataupun di dalam kawasan pengembang,” ujarnya kepada wartawan
usai rapat di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/2).
Lebih lanjut Zaki menyampaikan,
bahwa solusi jangka menengah yakni, pengembang perumahan di Kabupaten Tangerang
menyerahkan rencana pembuatan saluran drainase, turap, waterpoon atau danau
buatan. Nantinya, pemkab akan melakukan revisi pada masterplan atau siteplan
milik pengembang. “Jangka panjangnya, Pemkab Tangerang akan mencoba membuat
masterplan jalur dan alur drainase se-Kabupaten Tangerang. Nantinya akan
terkoneksi dengan sungai-sungai besar,” lanjutnya.
Sementara Kepala
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Slamet Budi
mengatakan, bahwa usai rapat akan melakukan koordinasi dengan para camat, yakni
menentukan titik-titik prioritas untuk normalisasi saluran air. “Kita coba
secepatnya lakukan penanganan sehingga ketika nanti curah hujan tinggi, tidak
menimbulkan genangan di sana. Besok sudah mulai survei lapangan,” jelasnya.
Adapun, normalisasi
saluran air maupun situ atau danau di dalam kawasan pengembang akan dilakukan
kerjasama. Sebab, belum tercatat sebagai aset milik Pemkab Tangerang.
Sedangkan, pembangunan situ baru, ia menunggu pengajuan dari camat.
“Kita siapkan detail
enginering desaign (DED) seperti usulan situ baru di Kecamatan Tigaraksa.
Selama 2020, ada 37 kegiatan pencegahan banjir baik berupa normalisasi drainase
maupaun pemasangan turap dan sebagainya. Kemudian, untuk jangka panjang, kita
coba lakukan kerjasama dengan perguruan tinggi membuat masterplan drainase,”
tutupnya.
Usai rapat, 15
perwakilan pengusaha perumahan enggan memberikan komentar perihal langkah
maupun program antisipasi banjir hasil diskusi bersama Pemkab Tangerang. Mereka
berlari menuju mobil. “Maaf yah mas, saya sibuk tidak ada waktu lagi. Saya
sudah ditunggu untuk rapat,” katanya singkat. (Udin Jaenudin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar