Senin, 04 Maret 2019

Satria Yang Terpilih Menjadi Manggala Yudha Dalam Prosesi Kirab Boyong Grobog


GROBOGAN – wartaekspres.com - Komandan Kodim 0717/Purwodadi, Letkol Inf Asman Mokoginta dan Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, merupakan kesatria pilihan yang didaulat untuk memimpin pasukan dalam prosesi adat dan tradisi Boyong Grobog, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 293 Kabupaten Grobogan tahun 2019, yang dimulai dari Kantor Kelurahan Grobogan menuju Pendopo Kabupaten, Jl. Gatot Sobroto No. 6, Purwodadi, Kab. Grobogan, Minggu (3/3).
Manggala Yudha adalah istilalah di jaman kerajaan yang pernah ada di bumi Nusantara, artinya Perwira Tinggi, yang dipercaya untuk memimpin pasukan dalam sebuah pertempuran yang sekarang dinamakan Panglima Komando Pelaksanaan Operasional (Pangkolakops).
Di acara tradisi Kirab Budaya Boyong Grobog memperingati Hari Jadi Kabupten Grobogan ke 293, tokoh Manggala Yudha diperankan oleh Komandan Kodim 0717/Purwodadi Letkol Asman Mokoginta dan Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq. Karena kedua tokoh tersebut yang mengemban jabatan Dandim dan Kapolres berperan penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas kaeamanan di wilayah Kapbupaten Grobogan selama ini. Yang mempunyai wewenang untuk menggerakan pasukan baik TNI maupun Polri.



Pelaksanaan Kirab Boyong Grobog ini, Bupati beserta para pejabat FKPD Grobogan mengenakan pakaian tradisional Jawa yang biasa dipakai pada acara-acara penting.
Dandim 0717/Purwodadi besrta Kapolres Grobogan dengan perkasa mengendarai kuda berada di depan bupati dengan memimpin pasukan sebagai benteng kekuatan Kabupaten Grobogan yang siap menggelar pasukan bersenjata demi mengamankan wilayah hukum teritorialnya.
Diceritakan, Grobog merupakan asal mula terbentuknya Kabupaten Grobogan. Dimana saat zaman Kerajaan Majapahit, ada pasukan kerajaan yang diutus untuk mengirim senjata pusaka kerajaan dan dimasukan dalam kotak atau Grobog.



Rombongan tersebut kemudian bertemu dengan perampok dan mereka lari meninggalkan Grobog tersebut. Selanjutnya oleh Sunan Kalijaga, para perampok tersebut berhasil dikalahkan dan merebut kembali Grobog itu. Kemudian tempat tertinggalnya Grobog itu dinamakan Grobog atau Grobogan. Adipati/Bupati pertama adalah Pangeran Puger.
Dalam sambutanya, Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH, MM, menyampaikan, bahwa tradisi Boyong Grobog ini bertujuan untuk memperingatai kembali asal mula pusat pemerintahan yang terletak di Kelurahan Grobogan dipindah ke Kota Purwodadi dengan aman dan lancar.
Dirinya selaku Bupati dengan dukungan seluruh pujabat Pemda, berupaya melestarikan budaya daerah untuk menghargai jasa perjuangan para Bupati yang terdahulu, sehingga dapat kita rasakan hasilnya. “Diharapkan kepada warga Grobogan untuk bersama-sama membangun Grobogan, agar menjadi lebih hebat,” tutur Bupati. (Pendim0717/Pwd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....