KUBU RAYA - wartaekspres - Pemerintah Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya,
menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 200 kepala
keluarga dari lima dusun di desa tersebut, Jumat (22/5). Proses penyaluran
diawali penyerahan simbolis dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran
Anizam kepada perwakilan masyarakat penerima BLT di Aula Kantor Desa. Penerima
BLT-DD adalah kepala keluarga kurang mampu yang paling terdampak dengan pandemi
Covid-19. BLT akan diberikan selama enam bulan terhitung sejak Mei 2020.
Kepala Desa Parit Baru, Musa Abdul Hamid mengatakan, bahwa
desanya menganggarkan maksimal 30 persen dari Dana Desa yang ada untuk bantuan
tersebut.
“Berbahagialah yang menerima BLT ini karena bukan hanya
untuk tiga bulan, melainkan enam bulan. Dibagikan Rp 600 ribu per bulan selama
tiga bulan dan tiga bulan selanjutnya Rp 300 ribu per bulan,” terangnya.
Musa mengungkapkan, bahwa penerima bantuan ditentukan dari
hasil verifikasi lapangan yang dilakukan rukun tetangga (RT) setempat bersama
kepala dusun. Sebab RT dinilai sebagai pihak yang paling memahami kondisi
warganya.
“Maka kami rapat dengan RT dan meminta dicarikan orang yang
paling tidak mampu di RT tersebut. Jadi jumlah kepala keluarga penerima bantuan
di tiap RT berbeda, tergantung jumlah KK di RT itu,” ujarnya.
Musa menerangkan pandemi Covid-19 cukup berpengaruh
terhadap alokasi penggunaan dana desa. Sebagian anggaran di desanya
dipergunakan untuk kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19. Terlebih dengan
adanya kebijakan pemerintah pusat yang memperpanjang pemberian BLT selama tiga
bulan.
“Jadi Dana Desa ini sudah disisir semuanya termasuk hal-hal
yang tidak diinginkan untuk disisir. Misalnya pembagian makanan sehat untuk ibu
hamil ternyata batal dianggarkan. Itu karena ada kebijakan penambahan bantuan
tiga bulan dari pemerintah pusat. Kami sedih cuma mau tidak mau memang harus
dipatuhi,” tuturnya.
Kepada para penerima BLT, Musa berpesan, agar bantuan yang
didapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab hingga kini belum
diketahui kapan pandemi akan berakhir. “Belanjakan untuk keperluan sehari-hari
jangan konsumtif, simpan saja untuk sembako. Kita tidak tahu keadaan sekarang
ini kapan berakhir,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam
berharap masyarakat dapat memahami kebijakan pemberian BLT-DD yang tidak
diberikan kepada semua kepala keluarga. Meskipun kondisi pandemi saat ini
notabene berdampak kepada semua orang.
Menurut dia, pengambilan keputusan tidak semata didasarkan
pada dampak yang ada. “Kalau bicara dampak semua pasti terdampak. Tetapi tentu
ada pertimbangan skala prioritas penduduk yang berhak mendapatkan bantuan
tersebut. Karena dengan kemampuan yang terbatas tentu tidak mungkin memberikan
bantuan ke seluruh penduduk,” tuturnya.
Yusran mengatakan, bahwa hingga kini telah 25 desa di Kubu
Raya yang menyalurkan BLT-DD. Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Parit Baru yang
mampu menuntaskan penyaluran BLT hanya dalam satu hari.
Lebih jauh dirinya menyebut, bahwa berbagai bantuan baik
dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah
desa, dan berbagai pihak lainnya telah banyak yang disalurkan kepada
masyarakat.
Bahkan dari berbagai skema bantuan yang ada, Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kubu Raya memperkirakan total kepala
keluarga yang mendapatkan bantuan mencapai 110 ribu kepala keluarga. Atau lebih
dari separuh total kepala keluarga di Kubu Raya yang berjumlah 169 ribu kepala
keluarga.
“Masalah besar kecilnya bantuan ini relatif. Bentuk bantuan
pun juga bermacam-macam. Tetapi berdasarkan catatan kita di Gugus Tugas
Kabupaten, diperkirakan sampai dengan BLT-DD ini sekitar 110 ribu KK mendapat
bantuan,” jelasnya.
Yusran mengatakan pemerintah daerah masih terus mendata
warga yang membutuhkan bantuan namun belum mendapatkannya. Karena itu dirinya
meminta pemerintah desa untuk menginventarisasi agar bisa diusulkan. Ia
mengungkapkan Bupati Muda Mahendrawan juga telah menyiapkan cadangan beras di
masing-masing kecamatan.
“Di Gugus Tugas Kecamatan kita sudah salurkan tahap pertama
kemarin 100 ton untuk sembilan kecamatan. Dan semalam juga sudah diadakan
tambahan beras di masing-masing kecamatan. Sekiranya masih ada yang belum
mendapatkan bantuan tapi memang layak prioritas untuk mendapatkan, silakan
diusulkan oleh desa untuk dibantu,” tuturnya.
Salah satu penerima bantuan, Yakobus Uwe, berterima kasih
atas pemberian BLT-DD. Menurut dia, bantuan tersebut sangat berarti di tengah
kondisi sulit saat ini. Dirinya berharap pandemi segera berakhir sehingga
perekonomian warga dapat pulih kembali.
“Terima kasih kepada pemerintah desa dan pemerintah
kabupaten. Bantuan ini sangat berharga di tengah kondisi wabah seperti sekarang
ini. Adanya bantuan ini menunjukkan besarnya perhatian pemerintah daerah kepada
masyarakat seperti kami. Semoga saja wabah ini segera berlalu sehingga
kehidupan kita bisa kembali normal,” ucapnya. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar