TANGERANG - wartaekspres - Penerapan PSBB yang
diberlakukan di berbagai wilayah, salah satunya Kabupaten Tangerang membuat
berbagai lapisan masyarakat dilema, karena kehilangan mata pencaharian terdampak
pandemi covid-19. Namun di tengah kesulitan warga tak menyurutkan niat
paguyuban Saber (Saga Bersatu) untuk berbagi.
Paguyuban Saber membagikan
250 paket sembako, meskipun paguyuban terbentuk belum lama namun patut diacungi
jempol, karena paguyuban yang diketuai Suprianto Darmawangsa beserta pengurus
sangat luar biasa, di tengah kesulitan ekonomi namun masih sanggup berbagi warga
sekitar.
Di Balai Warga RW 5,
Vila Balaraja, Suyoto selaku Ketua RW memberikan tanggapan terkait bantuan yang
diberikan oleh Paguyuban Saber. "Ini adalah bagian daripada kontribusi
masyarakat kita juga, alhamdulillah ini sangat membantu buat kami, terutama
pengurus RW yang mewakili warga sangat mengapresiasi meski di tengah-tengah
kesulitan terdampak pandemi Covid 19 saat ini banyak warga terdampak yang
kesulitan karena jenis usaha apapun saat ini mereka semua terkena dampaknya.
“Bahkan bagi yang
bekerja di perusahaan juga pasti kena dampak, kami atas nama warga mengucapkan
terima kasih kepada paguyuban Saber yang telah berperan dan peka terhadap
kesulitan warga sekitar dan membantu kami, semoga ini bisa berkesinambungan
mudah-mudahan Pak Supri dan yang lainnya diberikan kesehatan dan rezeki yang
banyak serta diberi kemudahan," ujar Suyoto.
Ibu Nur, salah seorang
warga RT 05 01 menyampaikan rasa terima kasih atas bantuannya, karena ini sudah
sangat membantu semua, mudah-mudahan semuanya bisa bersatu. “Bagi saya nggak
ada bedanya mau pribumi ataupun pendatang, buat kami sama saja, malah bersyukur
ternyata orang perumahan sangat peduli terhadap lingkungan warga sekitar,
sekali lagi saya ucapkan terima kasih buat paguyuban Saber dan pengurusnya
sukses selalu,” tutur Nur.
Di sela-sela acara, Ahmad
selaku Perangkat Desa memberikan tanggapan, bahwa dirinya selaku Perangkat Desa
yang mewakili Kepala Desa, yang hari ini meminta maaf, Pak Kades belum bisa
hadir karena ada acara yang sangat mendadak. “Ini juga ditelpon untuk mewakili
karena Pak Kades ada acara yang sangat mendadak,” ujar Ahmad.
Dikatakan Ahmad,
bahwa semalam juga sudah bicara atas kegiatan ini, kami ucapkan terima kasih
khususnya kepada Saber dan rekan-rekan. Dirinya sebagai aparatur desa
mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya dan kepeduliannya di saat
masyarakat membutuhkan bantuan, desa sudah mendata bantuan dari pemerintah
namun sampai saat ini belum ada yang diterima oleh masyarakat.
“Oleh karena itu,
dalam kesempatan ini saya bersyukur dan terima kasih kepada rekan-rekan yang
masih peduli terutama dari Tim Saber yang telah memberikan bantuannya kepada
warga Desa Saga, mudah-mudahan niat baik bapak-bapak semua senantiasa mendapat
ridho dari Allah dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” tutur Ahmad.
Sementara Suprianto, selaku
Ketua Saber saat diwawancarai wartawan menjelaskan, mudah-mudahan ke depannya
akan semakin lebih baik dan besar lagi bantuan yang bisa diberikan, ini juga
berkat kerja gotong-royong, bahu membahu yang dilakukan oleh anggota dan untuk
saat ini hanya inilah yang bisa kami
kumpulkan dan kami berikan bersama tim hari ini.
“Alhamdulillah sudah
terlaksana dengan baik mudah-mudahan ke depannya pelaksanaan yang berkaitan
dengan sosial bisa berkesinambungan dan kami berkeinginan membantu dan kami
juga bersyukur karena acarah berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya
Lanjut Supri
mengatakan, bahwa sebagai ketua untuk ke depan dirinya berkeinginan agar
paguyuban ini bisa berjalan seperti apa yang diharapkan, bisa besar dan
memberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar, dan bisa membangun jiwa
sosial agar bisa hidup rukun dan saling membantu para warga khususnya untuk
Desa Saga.
“Tujuan awalnya kami
membentuk Saber di Desa Saga ini, karena kami berkeinginan agar tidak ada lagi
perbedaan antara warga perumahan dengan warga perkampungan, kami sangat
berharap agar kita bisa bersatu bergandengan tangan, karena itu tujuan awal
kami membuat paguyuban ini. Alhamdulillah sampai saat ini anggota yang sudah
terdaftar paguyuban kurang lebih 100 orang, tapi yang belum terdaftar secara
tertulis ada sekitar 300 orang, kami tidak punya target tertentu siapapun dia
apapun agamanya akan kami terima yang penting masih sejalan dengan ideologi
Pancasila. (Udin Jaenudin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar