Minggu, 12 April 2020

Elemen Mahasiswa Natuna Angkat Bicara, Efektifitaskah Karantina Mandiri

Ketua Dema STAI M. Arif

NATUNA - wartaekspres - Dengan semakin mewabahnya Covid 19 saat ini, banyak kekhawatiran masyarakat akan dampak penyebaranya di Kabupaten Natuna. Tuntutan karantina wilayah serta karantina terlokalisir bagi warga yang baru tiba di Natuna semakin disuarakan, bukan hanya di berbagai obrolan dan perbincangan antar warga, namun di medsos dan group WhatsApp pun semakin digaungkan.
Namun sampai saat ini belum ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Natuna untuk melakukan Karantina terlokalisir tersebut. Pemda Natuna melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 masih merasa bahwa Karantina Mandiri di rumah masih merupakan opsi yang aman dan efektif untuk mencegah penyebaran Covid 19 di Natuna. Hanya ada beberapa desa di Kecamatan Bunguran Batubi yang sudah mekakukanya, itupun atas inisiatifnya masing-masing dengan pertimbangan keamanan warganya.
Timbul pertanyaan, seberapa efektif karantina mandiri ini untuk mencegah penyebaran Covid 19 di Kabupaten Natuna?
Dari pantauan wartaekspres saat wawancara dengan AW, warga yang mengaku pernah kontak langsung dengan penderita Covid 19, mengaku masih khawatir dengan karantina mandiri di rumah.
"Pemerintah terkesan lalai tidak melakukan karantina khusus, hanya sekedar semprot-semprot dan pengecekan suhu tubuh. Penyemprotan itu sudah merupakan hal wajib yang dilakukan bagi siapapun yang baru tiba. Lalu apa tindakan setelah disemprot, harusnya ada isolasi khusus bagi warga yang baru tiba di Natuna. Apalagi yang tiba dari daerah zona merah. Bukan dikarantina di rumah, seperti ini justru meresahkan banyak pihak termasuk keluarga kita sendiri.
Ketua Dema STAI Kabupaten Natuna, M. Arif angkat bicara terkait hal ini. “Kami mahasiswa tempatan sudah mencoba berkoordinasi dengan rekan-rekan mahasiswa yang baru tiba di Natuna,  dan sepakat untuk mendesak Pemda melalui Tim Gugus Tugas untuk melakukan karantina terlokalisir, bukan hanya sekedar karantina mandiri di rumah,” ujarnya.
Ketua Lembaga Dakwah Kampus STAI Natuna, Zakaria
Mewakili suara mahasiswa, Arif mengatakan, bahwa karantina mandiri tidaklah efektif untuk mencegah apalagi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Selama akses keluar masuk Natuna masih terbuka lebar seperti saat ini, Pemda bak bermimpi di siang bolong jika ingin memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
Hal senada datang dari Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna, Zakaria mengatakan, bahwa Pemerintah Natuna terkesan lambat dan kurang tanggap dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19. Sebelumnya kami bersama beberapa elemen kepemudaan sudah pernah melakukan audiensi dengan pihak DPRD Natuna guna menyuarakan desakan untuk segera diberlakukanya Lockdown dan karantina khusus, namun hasilnya kurang memuaskan.
"Lockdown sepenuhnya merupakan kebijakan pusat, Pemda tidak memiliki wewenang untuk itu, namun terkait karantina khusus di suatu lokasi sepenuhnya merupakan kebijakan Ppemda. Ini yang ingin kita minta supaya Bupati bisa mengambil kebijakan tersebut," ujar Zakaria.
Percuma bila warga Natuna dihimbau untuk melakukan social distancing, dilakukan penyemprotan di sana-sini bila warga yang datang hanya dikarantina di rumah. Apakah ada jaminan bila mereka yang dikarantina di rumah tidak melakukan interaksi terhadap masyarakat, paling tidak terhadap keluarganya. Dan keluarganya pasti berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya. “Kalau menurut saya ini sama saja bohong, karantina mandiri bukan sebuah solusi," tegasnya.
"Apalagi banyaknya laporan dari masyarakat, bahwa beberapa orang yang baru datang itu tidak mematuhi karantina mandiri selama 14 hari, dan berkeliaran tanpa pengawasan.Tentu hal ini membuat masyarakat semakin khawatir," tambahnya.
Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Penyebaran Covid 19 saat dikonfirmasi terkait karantina beralasan bahwa kebijakan yang diambil saat ini sudah sesuai dengan pedoman dari Kemenkes, untuk OTG, ODP dan PDP ringan, cukup diisolasi secara mandiri. (S. Utomo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....