BANDUNG - wartaekspres - Dalam mewujudkan postur
organisasi yang adaptif (mampu menyesuaikan keadaan), TNI telah melaksanakan
pengembangan organisasi sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan Program
Pemerintah. Dibutuhkan organisasi TNI yang adaptif dan mampu bersinergi secara
lebih erat dan lebih luas dengan berbagai komponen bangsa, seperti Polri,
Lembaga-lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah, lembaga kemasyarakatan, serta
organisasi-organisasi kepemudaan.
Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (HC). Hadi Tjahjanto,
S.IP, saat menutup Pendidikan Reguler ke-46 Sesko TNI TA 2019, yang diikuti 152
Perwira Siswa terdiri dari TNI AD 67 orang, TNI AL 40 orang, TNI AU 26 orang,
Polri 12 orang dan Siswa Mancanegara 7 orang, bertempat di Gedung Sarasan Sesko
TNI, Bandung, Rabu (4/12/2019).
Visi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah meneruskan pembangunan
infrastruktur, penyiapan sumber daya manusia, investasi seluas-luasnya,
reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat. “Kelima poin tersebut
sejatinya sangat berkelindan dengan pembangunan TNI,” kata Panglima TNI.
“Sesuai dengan 11 Program Prioritas yang saya tetapkan, TNI telah
melaksanakan validasi organisasi yang dituangkan dalam Perpres No. 66 tahun
2019. Organisasi-organisasi Staf dan Komando mengalami pengembangan untuk
menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan
(Kogabwilhan) dibentuk untuk membagi tugas-tugas TNI berdasarkan ruang lingkup
geografis. Kogabwilhan juga menjadi Komando gabungan permanen yang mengisi
kekosongan dalam doktrin Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM),”
jelasnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bahwa seluruh dimensi terlibat dan
harus diorkestrasi dengan baik supaya dapat bersinergi dan memperoleh
keberhasilan yang tinggi. “Saya yakin operasi-operasi yang bersifat multi
dimensi tersebut akan semakin menjadi kebutuhan di masa mendatang, baik dalam
konteks Operasi Militer Untuk Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain
Perang (OMSP),” katanya.
Panglima TNI mengingatkan, bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas negara, TNI
maupun lembaga atau organisasi lainnya tidak bekerja sendiri-sendiri. Saat ini
kegiatan operasi yang bersifat multi dimensi menjadi hal sangat mengemuka.
“Dalam upaya mengatasi permasalahan, Negara tidak membebankan tugas pada
satu instansi saja. Satu persoalan dapat melibatkan berbagai dimensi
kelembagaan untuk dapat menjawab dan menuntaskan persoalan tersebut,” tutupnya. (Puspen TNI)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar