SINGKAWANG - wartaekspres - Panglima Kodam
XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad memberangkatkan
sekaligus memimpin langsung Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka
Jaya, Kamis (19/12/19).
Gerak jalan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-71 Korps Infanteri Angkatan
Darat ini mengambil start dari Kantor Walikota Singkawang dan finish di
Lapangan Tarakan, Kota Singkawang. Gerak jalan atau tradisi berjalan kaki Korps
Infanteri ini diawali dengan penyerahan Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya oleh
Pangdam XII/Tpr kepada peleton pembawa simbol serta penandatanganan naskah
serah terima. Selanjutnya peleton pembawa simbol kebanggaan Korps Infanteri
tersebut diberangkatkan oleh Pangdam XII/Tpr di titik start.
Selain memberangkatkan, dalam kesempatan tersebut Mayjen TNI Muhammad Nur
Rahmad sekaligus memimpin langsung tradisi jalan kaki tersebut. Pangdam XII/Tpr
bersama para perwira Korps Infanteri di lingkungan Kodam XII/Tpr berjalan kaki
dari Kantor Walikota Singkawang menuju finish di lapangan Tarakan dengan jarak
kurang lebih 3 km. Tradisi jalan kaki juga diikuti oleh Forkopimda Kota
Singkawang.
Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam amanatnya menyampaikan, bahwa dalam
rangka menyambut peringatan Hari Infanteri tahun 2019, Kodam XII/Tpr
menyelenggarakan Gerak Jalan Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya
yang diikuti oleh Satpur dan Banpur jajaran Kodam XII/Tpr. Yang mana pada tahun
ini dilaksanakan dengan sederhana dan berbeda dengan tahun sebelumnya, namun
tidak mengurangi makna yang terkandung di dalamnya.
Disampaikan juga, bahwa Gerak Jalan ini merupakan tradisi Korps Infanteri
yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, dengan tujuan untuk memelihara
semangat patriotisme dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta meningkatkan
kebanggaan korps, jiwa korsa dan kualitas tempur Prajurit Infanteri. Selain
itu, untuk mengenang sejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam memimpin
pasukan melaksanakan perang gerilya, demi mempertahankan Kemerdekaan Negara
Indonesia.
"Tradisi berjalan kaki bagi prajurit Infanteri, merupakan wujud dari
penghayatan semangat juang dari peristiwa Palagan Ambarawa yang terjadi pada
beberapa puluh tahun yang lalu, saat itu Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama
dengan rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang melawan Sekutu,"
jelasnya.
Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad berharap, melalui pelaksanaan Gerak Jalan
Peleton Pembawa Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya kali ini dapat terwujudnya
kebanggaan terhadap tradisi Korps Infanteri bagi setiap prajurit Infanteri,
terciptanya militansi, jiwa korsa dan terciptanya kemanunggalan TNI dengan
rakyat serta dengan komponen bangsa lainnya sebagai sarana komunikasi.
Selanjutnya berpesan, kepada pasukan yang akan mengawal Panji-pPanji dan Simbol
Korps Infanteri ditekankan olehnya agar setiap kegiatan dilaksanakan dengan
penuh kesungguhan serta dilandasi semangat juang yang tinggi untuk kembali
menggelorakan semangat perjuangan dalam merebut kemerdekaan, memelihara dan
mewujudkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara
nasional. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar