BANDUNG - wartaekspres - Pangdam III Siliwangi,
Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto didampingi Kolonel Kav. Purwadi Dansektor VII
Satgas Citarum Harum, meninjau lokasi Banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu
(18/12).
Dikatakan Kolonel Kav.
Purwadi, bahwa di Kecamatan Dayeuhkolot berdasarkan data statistik banjir
Dayeuhkolot merendamkan 1570 rumah penduduk dan 1.795 KK dari jumlah penduduk
6257 jiwa, serta menghanyutkan fasilitas umum. “Diantaranya 4 sekolah dasar dan
5 rumah ibadah masjid serta kantor desa," ungkapnya.
Sementara Pangdam III
Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengataka, bahwa banjir di kawasan
Kecamatan Dayeuh Kolot lebih cepat surut karena adanya Kolam Retensi Cienteung
yang menampung debit tinggi Sungai Citarum.
"Willayah sini
ada banjir, tapi cepat turunnya, ini drastis karena kita ada pompa di sini ada
empat pompa ini kecepatannya hingga 12,5 meter kubik per detik, makanya banjir
cepat surut," kata Nugroho saat meninjau Kolam Retensi Cienteung,
Kabupaten Bandung, Rabu (18/12/2019).
Sebelumnya, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan, bahwa
banjir menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung sejak Selasa (17/12/2019)
malam.
Lima kecamatan itu
adalah Kecamatan Ciparay, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan
Bojongsoang dan Kecamatan Banjaran akibat diguyur hujan dengan intensitas
tinggi.
Di Kecamatan
Dayeuhkolot sendiri banjir paling parah merendam kawasan Kampung Bojong Asih.
Banjir di kawasan tersebut ketinggian permukaan air tercatat mencapai 150 centimeter.
Nugroho mengatakan,
bahwa dalam 11 jam mesin pompa air yang ada di Kolam Retensi Cieunteung bisa
menurunkan permukaan banjir hingga setengah meter. Dibandingkan dengan tahun
sebelumnya, banjir butuh tiga hari untuk bisa menurun.
"Ini program
(Citarum Harum) sampai tujuh tahun, sekarang kan memang baru 25 persen lah,
kalau tahun lalu ini (baru bisa turun) tiga hari, kalau sekarang ini 11 jam ini
turun setengah meter, sekarang lebih cepat," kata dia.
Berdasarkan data
BPBD, ada sekitar 59 kepala keluarga (KK) atau sekitar 209 jiwa mengungsi
akibat banjir yang melanda di lima kecamatan di Kabupaten Bandung. Ratusan
warga itu mengungsi ke tempat-tempat yang disediakan di setiap wilayahnya. (Arbim/Pena Sukma)









Bardzo ciekawie napisane. GratulujÄ™ i pozdrawiam serdecznie !!!
BalasHapus