PONTIANAK - wartaekspres - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) meminta seluruh kepala
daerah di 14 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalbar untuk segera memanfaatkan
Rapid Test virus Covid-19 kepada masyarakat yang berpotensi terpapar virus
tersebut.
"Rapid Test yang ada di daerah itu segera dimanfaatkan
threshing semua orang-orang yang berpotensi untuk reaktif hasil testnya. Itu
semua kita serahkan kepada daerah, nanti kita suplai alat Rapid Test kembali.
Pokoknya sepanjang ada barangnya di provinsi saya suruh kirim ke masing-masing
kabupaten dan kota," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji usai Video
Conference Rapat Terbatas dengan Bupati dan Walikota, Selasa (7/4/2020).
Tak hanya itu, dalam rapat terbatas tersebut Gubernur
Kalbar menyampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Kalbar sedang melakukan
pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi para perawat dan dokter yang menangani
virus Covid-19.
"Terkait masalah APD kita sedang mencari
sebanyak-banyaknya kalau beli dan sedang dipesan termasuk juga kita beli Rapid
Test dan sudah pesan, namun untuk saat ini kita baru dapatkan 1.400 alat Rapid
Test yang kita beli, sedangkan yang lainnya kita mendapatkan bantuan dari Pemerintah
Pusat dan pengusaha, saya minta ini digunakan jangan disimpan kabupaten dan
kota harus memanfaatkan ini jangan disimpan," tegasnya.
Dirinyapun mengapresiasi atas tindakan terhadap pemerintah
kabupaten dan kota yang telah menyediakan tempat isolasi dalam penanganan
Pademi virus Covid-19 di Kalbar secara tepat dan cepat.
Gubernur Kalbar H. Sutarmidji berharap kepada Pemerintah
Daerah, untuk segera melibatkan Kepala Desa dan Kepala Dusun di setiap daerah
dalam program Desa Siaga, guna melakukan pencegahan penularan virus Covid-19
terhadap masyarakat.
"Saya juga minta Pemerintah Daerah terus melibatkan
sampai tingkat RT, RW, Kepala Dusun dan Kepala Desa semuanya harus terlibat di
dalam konsep Desa Siaga. Inilah waktunya dimana mewujudkan desa menjadikan Desa
Mandiri yang sarana dan prasarana, ekonomi, sosial dan lingkungannya baik
sehingga jika terjadi kasus seperti ini lebih mudah untuk menanganinya,"
tuturnya. (Danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar