SEMARANG - wartaekspres - Ketua MPR RI Bambang
Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, bahwa walaupun komposisi Kabinet Indonesia Maju
diisi oleh perwakilan kader dari enam partai politik, yakni PDI Perjuangan,
Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, dan PPP, tak akan mengurangi semangat check and balances antara legislatif
dengan eksekutif. Anggota legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat, tetap
akan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai yang diamanahkan aturan
perundangan.
"Di DPR RI
misalnya, fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen tetap
akan berjalan. Karena anggota DPR RI harus mempertanggungjawabkan kinerjanya
kepada rakyat, bukan sekadar menjadi tukang stempel. Kebijakan pemerintah yang
baik tentu akan didukung, yang belum baik diperbaiki dan disempurnakan.
Sedangkan di MPR RI, tugas untuk melakukan amandemen terbatas UUD NRI 1945 juga
tetap berjalan dengan mengedepankan partisipasi rakyat seluas-luasnya,"
ujar Bamsoet saat menghadiri Saresehan dan Tasyakuran Ketua MPR RI di DPD I
Partai Golkar Jawa Tengah, Semarang, Kamis (24/10/19).
Turut hadir antara
lain Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah Wisnu Suhardono beserta
pengurus DPD I Partai Golkar lainnya, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa
dan Kalimantan DPP Partai Golkar Nusron Wahid, Bendahara Umum Partai Golkar
Robert Kardinal, Anggota DPR RI Darul Siska, 35 pimpinan DPD II Partai Golkar
Jawa Tengah serta para fungsionaris Golkar lainnya.
Kepala Badan Negara
FKPPI ini menjelaskan, bahwa saresehan dan tasyakuran dimaksudkan untuk doa
bersama sekaligus mensyukuri kepercayaan rakyat terhadap Partai Golkar.
Berkat dukungan
rakyat, kader Partai Golkar yakni Bambang Soesatyo dari Dapil Jawa Tengah VII dipercaya
menjadi Ketua MPR RI. Serta tiga orang menjadi menteri, yakni Airlangga
Hartarto sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Agus Gumiwang Kartasasmita
sebagai Menteri Perindustrian, dan Zainudn Amali sebagai Menteri Pemuda dan
Olahraga.
"Tasyakuran ini
juga sekaligus sebagai ucapan rasa syukur pelantikan presiden dan wakil
presiden berjalan dengan lancar dan khidmat. Satu tugas MPR RI melantik
presiden dan wakil presiden purna sudah dilaksanakan dengan lancar. Kedepan
masih banyak tugas penting MPR lainnya yang harus diselesaikan. Saya mohon
dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar tugas-tugas MPR RI bisa
diselesaikan dengan baik dan sempurna," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum
Pemuda Pancasila ini menuturkan, bahwa salah satu tugas MPR RI ke depan yang
harus mendapat perhatian serius adalah rekomendasi MPR RI periode 2014-2019
terkait amandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia 1945. Dipastikan
amandemen terbatas UUD NRI 1945 tidak akan menjadi bola liar. Karena, amandemen
hanya akan menyentuh bidang ekonomi dan pembangunan saja.
"Saat ini MPR RI
tengah membuka aspirasi dan masukan dari semua pihak terkait dengan usulan
amandemen terbatas UUD NRI 1945. Saya akan mendatangi seluruh provinsi dan
kabupaten/kota di Indonesia untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta
melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI. Jawa Tengah merupakan kunjungan resmi
pertama saya sebagai Ketua MPR RI, karena daerah pemilihan (Dapil) saya berada
di Jawa Tengah VII, yaitu Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan
Kebumen," tutur Bamsoet.
Sementara
itu, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan DPP Partai
Golkar sekaligus Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah II Nusron
Wahid, mengapresiasi keberhasilan Bamsoet memecahkan mitos Ketua DPR RI
gagal terpilih kembali menjadi anggota DPR RI. Bahkan, Bamsoet bisa membuktikan
diri dipilih menjadi Ketua MPR RI, usai menjabat Ketua DPR RI.
"Mas Bamsoet ini
manusia yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya di Indonesia, seorang Ketua
DPR RI usai menjabat bisa langsung dipercaya menjadi Ketua MPR RI. Ini jelas
sangat luar biasa. Karir politinya dimulai dari bawah, dari mulai menjadi
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, Ketua DPR RI,
dan kini Ketua MPR RI. Entah besok akan menjadi Ketua apalagi," tutur
Nusron.
Lebih jauh Nusron
menjelaskan, bahwa posisi Bamsoet sebagai Ketua MPR RI sejajar dengan presiden,
sebagai pimpinan lembaga tinggi negara, patut dibanggakan. Posisi dan
tanggungjawab tersebut lebih tinggi dibanding jabatan menteri.
"Kita harus
bangga ada anggota DPR RI Partai Golkar dari Dapil Jawa Tengah posisinya sama
dengan Presiden. Kita doakan bersama kiprah Mas Bamsoet sebagai Ketua MPR akan
membawa Indonesia dan Partai Golkar lebih maju lagi," pungkas Nusron. (Red/Cecep)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar