MENTAWAI - wartaekspres - Tiga puluh sembilan
orang keluarga Tharianus yang terkena dampak konflik sosial terindikasi kasus santet
sudah sampai di Tuapeijat, sementara ditampung di tempat Pasar Ikan,
wartawan berhasil menemui keluarga Tharianus di tempat pengungsian, yaitu Taktinaiba
Salamanang, anak pertama dari Tharianus, sementara Tongam Salamanang anak kedua
dari Tharianus.
Keseluruhan keluarga
besar dari Tharianus berjumlah 39 orang sampai cucu dan cicitnya, semua anak
tinggal di Labuhan Bajau, orang tuanya, sementara Tharianus tinggal di
Policaoman, Desa Sigapokna Sibeurut Barat, di pengungsian dikabarkan sudah 2,5 minggu
sekitar 17 hari.
Setelah itu diberangkatkan
oleh Pemda ke Tuapeijat, saat diwawancara keluarga Tharianus, Maskaritayani
Nainggolan menantu dari Tharianus mempunyai anak dua sudah sekolah di SD 4 dan
satu masih PAUD.
Tim Kesehatan dari
Puskesmas juga akan adakan pemeriksaan kesehatan pengungsi akibat dari konflik sosial
Policauman Sibeurut Barat.
Forkopimda yang hadir
saat konferensi pers terkait penampungan pengungsi, Sekda Kab. Kep. Mentawai
Martinus D. Menyampaikan, bahwa masyarakat Policaoman yang kena dampak konflik
sosial masalah terindikasi tudahan sebagai dukun santet, Tharianus dan seluruh
keluarga besarnya sengaja ditampung untuk satu bulan ke depan di lokasi
Perikanan KM 1,5 Tuapeijat
“Nanti masyarakat ini
akan kita upayakan untuk dikembalikan lagi ke kampung halamannya di Policaoman,”
uajar Martinus D, S.Sos, MM dalam konferensi pers di barak pengungsian sementara.
Sementara, Dandim
Mentawai Letkol Czi Didid Yusnadi menyampaikan, bahwa mereka yang diungsikan
ini adalah salah satu solusi sementara yang diambil dalam penanganan pengungsi
akibat konflik sosial Policauman Sibeurut Barat, setelah dirapatkan di tingkat
Pemerintahan Daerah Mentawai.
Pada kesempatan itu, Kapolres
juga menegaskan, bahwa langkah yang diambil di dalam mengungsikan masyarakat
Policaoman ke Tuapeijat. “Ina adalah salah satu langkah yang diambil bersifat sementara
dalam masa waktu beberapa bulan saja,” ujar Kapolres.
Dikatakan, bahwa selanjutnya
kembali kepada hasil musyawarah Pemerintahan Daerah dengan tokoh masyarakat
setempat, akan tetapi saat ini pengungsi kita tampung dulu di sini di Pasar Ikan
sebagai tanggap darurat.
Dan mengenai keamanan
pengungsi, Kapolres beserta jajarannya akan menjamin keamanan pengungsi selama
berada di pengungsian. (Kontr/Rijon)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar