Rabu, 23 Oktober 2019

Andri : Proyek Kereta Api China Baiknya Cepat Dihentikan Saja

Andri Perkasa Kantaprawira

BANDUNG - wartaekspres - Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri Perkasa Kantaprawira, organisasi politik yang diredeklarasi 27 Desember 2017 lalu, dimana pada tahun 1955 pernah menjadi salah satu dari 100 peserta Pemilu paling demokratis menyatakan, bahwa banyak stakeholder Jawa Barat sejak awal menolak mega proyek strategis nasional.
Hal ini karena Menteri BUMN saat itu Rini Soemarno, saat sosialisasi formalitas tidak bisa menjelaskan apa untungnya proyek ini bagi ekonomi, sosial, dan budaya apalagi lingkungan hidup di Tatar Sunda, kecuali sebagai akal-akalan untuk meningkatkan nilai ekonomi berdirinya Kota Kota super modern terutama di Jawa Barat Tengah dari mulai Halim Sunda Kelapa, Bekasi (Meikarta)  Karawang, KBB (Walini), Kabupaten Bandung (Tegal Luar-Podomoro), bahkan disinyalir akan tembus terus ke Majalengka yang mempunyai Bandara Internasional Kertajati dan Subang yang memiliki Pelabuhan Internasional Patimban.
“Kami lebih setuju dengan sikap kebijakan Menteri Perhubungan saat itu M. Jonan untuk kepentingan strategis transfortasi modern, baik untuk logistik ataupun penumpang dibangun saja penuntasan Double Track Rel Kereta Api Jakarta-Bandung yang biayanya hanya Rp. 2 triliun dan assetnya milik BUMN PT KAI, serta jelas bisa juga untuk kepentingan logistik ekonomi dan tidak merusak ekosistem lingkungan Tatar Sunda, karena studi kelayakannya sudah teruji sejak zaman Kolonial Belanda,” ujar Andri.
Andri juga menyatakan, bahwa merujuk obrolan dengan ekonom senior Urang Pakuan Bogor Dr. Rizal Ramli yang mantan Menko Maritim menyatakan, bahwa Turnkey Project KCIC kemahalan, merujuk dari projects yang terjadi di Malaysia yang dihentikan pemenang Pemilu PM Mahathir Muhammad.
“Harusnya harganya direorganisasi sampai bisa 25 persen, dipotong dari nilai sekarang, harga yang lebih tinggi dengan dukungan pengadaan lahan yang lebih murah ini disinyalir mengandung rente ekonomi,” urai Andri.
Meledaknya Pipa Pertamina di wilayah di Cimahi diduga akibat ketidak profesionalan tenaga kerja asing Turnkey Project bernama Li Xuanfeng yang tewas terbakar, karena salah dalam pekerjaan pengeboran. Hal itu, menunjukkan bahwa pekerja asing tidak mengetahui peta lapangan geodesi dan geologi wilayah yang dibangun.
“Maka kami juga meragukan seluruh struktur pembangunan ini sesuai konstruksi proyek modern, kalau hal kecil saja bisa terjadi kelalaian, apalagi di Jawa Barat yang dilalui proyek KCIC terkenal banyak area patahan geologi purbanya,” lanjutnya.
Dikatakan, Andri, bahwa kami menuntut agar Proyek ini ditinjau ulang dan manajemen melakukan penjelasan publik kepada stakeholder Tatar Sunda, disertai kalangan pakar berintegritas dari berbagai universitas ternama di Jawa Barat.
Kearifan lokal dari leluhur melalui lagu Kaulinan Budak Oray Orayan sudah mengingatkan, bahwa Proyek KCIC ini bakal merusak lingkungan sosial budaya masyarakat Sunda, makanya incu putu Siliwangi harus mencegahnya untuk tidak terbangun.
“Bersyukur di tengah seolah-olah akan ada pembangunan yang bisa dipercepat walaupun kita ragu keuangannya mendukung, mengingat pertumbuhan ekonomi RRC sedang melambat dan banyak Turnkey Project di berbagai belahan dunia bermasalah, rakyat Jawa Barat diingatkan dengan kode alam ini,” tutup Andri. (Kana Pena Sukma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....