NIAS BARAT - wartaekspres - Pemerintah Kabupaten
Nias Barat salur Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada hamba Tuhan, bertempat
Kantor Sinode Gereja ONKP di Tugala Lahömi, Kabupaten Nias Barat, Rabu (306/2020).
Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulö, menjelaskan sekilas dampak Virus Corona yang
dialami oleh seluruh masyarakat tidak ketinggalan Hamba Tuhan yang mengalami
kendala dalam pelayanan.
Berdasarkan hal tersebut, maka Bupati Nias Barat dan Pemerintah Kabupaten
Nias Barat tersentuh membantu meringankan beban masyarakat dan Hamba Tuhan yang
terdampak Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.
“Bantuan yang diberikan kepada Hamba Tuhan hari ini berupa tunai uang sebesar
Rp. 600.000 per orang, tentu bantuan ini hanya setetes air membasahi dahaga bapak/ibu
hamba Tuhan di lungkungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat. Puji Tuhan sampai
hari ini Kabupatèn Nias Barat masih zona hijau dan belum terpapar Virus Corona,”
ujarnya.
Demikian juga pasca tanggap darurat dicabut oleh Pemerintah Pusat per
tanggal 29 Mei yang lalu, maka kita sudah memasuki era fase new normal atau memasuki masa kehidupan baru dengan tetap
menerapkan protokol kesehatan. “Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak
termasuk dalam mengikuti ibadah di Gereja, Maajid, Vihara,” jelas Prof. Dr. Fakhili
Gulö.
Sementara Ephorus ONKP Pdt. Saradödö Gulö, S.Th, menyampaikan, Puji Tuhan
hingga saat ini Nias Barat belum terpapar Virus Corona dan tentu ini adalah
anugerah terbesar Tuhan bagi kita di Nias Barat ini. “Atas nama seluruh Hamba
Tuhan di Nias Barat mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang
setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati atas bantuan yang diberikan
kepada kami,” tuturnya.
Sambutan sekaligus pengarahan dari Bupati Nias Barat, manyampaikan, bahwa
bantuan ini hanya membantu sedikit beban dan menjawab secuil harapan dalam
penderitaan menghadapi Covid-19 ini. “Di Kabupaten Nias Barat, puji Tuhan kita
bisa sentuh hingga level Guru Jemaat/Gembala sedangkan di daerah lain ada yang
hanya level pendeta tentu sesuai kemampuan yang ada. Ada hasrat kita membantu
para Satua Niha Keriso, namun kemampuan untuk itu terbatas,” jelasnya.
Dalam sutuasi seperti ini menyusul berlakunya fase new normal yakni menjalani kehidupan baru era Virus Corona
dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ibadah tetap dilaksanakan
seperti biasa, hanya durasi dan tata ibadahnya harus dipersingkat paling lama 1
jam. Kemudian kita harus tetap pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak,
hindari kerumunan, kalau ada pesta silahkan langsungkan akan tetapi tidak
diperkenankan terlalu banyak berkerumun dan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Pemerintah sudah dan sedang menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial
(bansos) kepada masyarakat dengan memperhatikan aturan yang ada, diharapakan
jangan ada permasalahan dalam pembagian bansos ini. M”ari kita jadikan sebagai
sukacita dan kedamaian diantara kita,” imbuhnya.
Di sektor pendidikan, petunjuk telah kita sampaikan kepada Kepala Dinas
Pendidikan untuk kembali diaktifkan sekolah mulai tanggal 5 Juni 2020, namun
namanya situasi darurat sebentar-sebentar berubah. Dan berpedoman pada Surat Edaran
Menteri Pendidikan dan Gubernur Sumatera Utara, bahwa sekolah kembali
diperpanjang masa belajar di rumah hingga waktu yang tidak ditentukan.
“Saat ini sedang mewabah penyakit ternak babi, oleh karena itu, dilarang
keras setiap babi yang mati dibuang ke sungai atau laut untuk menghindari
pencemaran dan penyebaran virus tersebut,” ujar Bupati. (Aperius Gulo)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar