GUNUNGSITOLI - wartaekspres - Sampah plastik
bercampur batang kayu menyelimuti kawasan pesisir Pantai Luaha Nou, Kota
Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa (06/8/2019) pagi.
Meski pihak terkait berupaya melakukan pembersihan secara manual, namun
sampah yang didominasi kantong kresek dan botol air mineral masih bertebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gunungsitoli, Yarni Gulo,
mengatakan, bahwa tumpukan sampah terjadi bila musim penghujan datang.
Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya mencegah penumpukan sampah dengan
menempatkan petugas kebersihan setiap harinya di kawasan pesisir pantai
tersebut.
"Tumpukan sampah ini terbawa arus banjir dari hulu ke hilir. Untuk
mencegah, Pemerintah Daerah rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak
membuang sampah sembarangan," kata Yarni kepada wartaekspres, Selasa (06/8/2019) pagi.
Dia menerangkan, bahwa selain melakukan sosialisasi secara rutin,
Pemerintah Kota Gunungsitoli juga berencana menyediakan alat pengolahan sampah
plastik. Tujuannya, supaya debit sampah dapat berkurang.
"Berdasarkan catatan kami, pertanggal 1 Agustus 2019, debit sampah di
Kota Gunungsitoli mencapai 123 ton per harinya. Sedangkan petugas hanya mampu
menangani hingga ke TPA sebanyak 52 ton perhari," beber Yarni.
Di akhir penjelasannya, Yarni mengataka, bahwa ke depan Dinas Lingkungan
Hidup Gunungsitoli akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Dimana sanksi administrasi itu tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2018, dan
Perwal Nomor 84 Tahun 2018. (Van)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar