PONTIANAK - wartakspres - Perbedaan bukan untuk
diperdebatkan. Perbedaan suku, agama, keyakinan, bahasa, kebudayaan dan lain
sebagianya merupakan sumber kekuatan yang sangat dahsyat apabila diikat dan
direkatkan dengan dasar negara kita Pancasila.
Hal ini dikatakan oleh Dandim 1207/Berdiri Sendiri, Kolonel Arm Stefie
Jantje Nuhujanan, S.IP, dalam sambutannya yang dibacakan Kasdim 1207/BS, Letkol
Inf Hardi Dharmawan pada acara Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme dan
Separatisme di Aula Makodim 1207/BS, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak
tadi pagi, Kamis (22/8/19).
Dikatakan juga oleh Dandim 1207/BS, bahwa jauh sebelum negara ini merdeka,
perbedaan memang sudah ada, sejak abad 14 jaman kejayaan Kerajaan Majapahit
sudah menggunakan semboyan yang diambil dari kitab Sutasoma "Bhinneka
Tunggal Ika" Tan Hana Dharma Mangrwa", yang artinya berbeda-beda tapi
satu jua, tidak ada keraguan dalam kebenaran.
"Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoaks yang sengaja dibuat
untuk memecah belah bangsa. Issue SARA memang sangat sensitif dan sangat mudah
untuk memancing ketersinggungan dan kemarahan pemeluknya," tegas Dandim
1207/BS.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersatu
sehingga pihak-pihak yang menghendaki Indonesia hancur akan sulit menembus
persatuan dan kesatuan kita. Diingatkan oleh Dandim 1207/BS, karena perpecahan
dan permusuhan diantara kita, Belanda berhasil menjajah selama 350 tahun dan
Jepang 3,5 tahun.
"Dengan pertemuan dan silaturahmi ini hendaknya dapat dijadikan wahana
untuk lebih mengakrabkan komponen bangsa, semua tokoh yang ada di seluruh
lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten
Kuburaya," harap Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan, S.IP.
Disampaikan olehnya, bahwa kegiatan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme
dan Separatisme merupakan salah satu metode Pembinaan Teritorial yang menjadi
wahana untuk mencapai kesepakatan dan kesamaan persepsi tentang pemberdayaan
wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa termasuk tokoh
masyarakat.
Dandim menambahkan, komunikasi sosial Cegah Tangkal Radikalisme dan Sparatisme
merupakan cara untuk menumbuhkan kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai
aspek di bidang geografi, demografi dan kondisi sosial. Oleh karenanya agar
dalam pelaksanaan komunikasi sosial tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan
benar sesuai dengan yang diharapkan, maka seluruh tokoh masyarakat dan prajurit
Kodim 1207 /BS harus memahami pokok-pokok penyelenggaraan kegiatan ini.
Kegiatan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme yang
digelar Kodim 1207/BS dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh
agama, tokoh adat, cendekiawan, mahasiswa dan pelajar dari Kota Pontianak dan
Kabupaten Kubu Raya. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar