PONTIANAK – wartaekspres - Lembaga yang dikomandoi Budi Gautama ini, rencananya akan
melakukan monitoring sekaligus pengecekan bangunan sekolah penerima DAK se-Kalimantan
Barat. "Jadi sekolah yang mendapatkan jatah DAK bakal kita temui untuk
konfirmasi terkait besaran nilai yang diterima oleh sekolah tersebut pada tahun
anggaran 2019," ungkap Sekretaris DPD KWRI Kalbar di ruang kerjanya, Jumat
(2/7/2019).
Budi, yang puas makan asam garam di dunia investigasi ini,
mengatakan, bahwa pembentukan tim monitoring DAK pendidikan merupakan program
tahunan organisasi dalam membuka setiap fakta di balik retorika, terutama
terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran dari pusat.
"Monitoring itu sudah berjalan sejak tanggal 15 Juni
2019 kemarin hingga Nopember mendatang," jelasnya seraya menunjukan daftar
sekolah penerima dana alokasi khusus.
Supaya tidak berurusan dengan hukum, Budi berharap agar
semua sekolah benar-benar mengelola uang tersebut untuk kepentingan sekolah
bukan pribadi.
"Saya menginginkan pengelolaannya tepat sasaran
sehingga tidak terjadi penyalahgunaan, baik oleh penerima maupun pihak luar
yang ingin mencari keuntungan dari rupiah DAK," terangnya.
Tim ini, tambahnya, akan selalu berkoordinasi dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, khususnya soal penindakan secara
tegas termasuk sanksi sesuai aturan yang berlaku. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar