![]() |
| Boby Sihite saat ditangani pihak medis (27/5). |
SIMALUNGUN - wartaekspres
-
Seorang pengendara sepeda motor, Bobby Sihite (28), mengalami peristiwa yang
tidak akan terlupakan. Ia mengalami luka serius di leher akibat terhantam
portal yang melintang di Posko Relawan Covid-19 di Desa Nagori Lestari Indah,
Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Peristiwa
itu terjadi, Rabu malam (27/5/2020) sekira pukul 22.00 WIB, saat sedang
melintas di Jalan Makadame Raya, Perumnas Batu VI. Kepada media ini, Bobby
Sihite mengatakan, bahwa dirinya sudah menjadi korban kecerobohan petugas jaga
di Posko Relawan Covid-19 di bawah kepemimpinan Pangulu, Kepala Desa Nagori
Lestari Indah, Mahidin Girsang.
Saat
itu, Bobby Sihite memacu sepeda motornya dengan kecepatan 40 Km/jam, akibat
tidak adanya lampu penerangan dan juga petugas yang menjaga di posko tersebut,
dirinya tak melihat sebuah portal yang terbuat dari bambu, melintang di badan
jalan.
Seketika
itu, lehernya tersangkut dan menghantam portal tersebut, lalu terhempas dari
sepeda motornya. Ia pun mengalami luka serius di leher. Dikarenakan suasana
sudah larut malam, dengan tertatih-tatih dan luka yang mengeluarkan darah di bagian
leher, korban menghubungi rekannya dan membawa ke puskesmas terdekat guna
mendapatkan penanganan medis dan harus mendapatkan beberapa jahitan.
“Tidak
pernah ditutup sebelumnya semenjak dibuatnya posko itu. Saya hampir tiap malam
melintas di situ, karena itu aku heran kenapa tiba-tiba malam kejadian portalnya
tertutup. Gelap lagi tak ada lampunya, menabraklah aku, lihat lae lah leherku
dan dijahit,” ucapnya.
Ke
esokan harinya, Bobby Sihite berupaya menemui Pangulu Nagori Lestari Indah,
Mahidin Girsang, untuk mempertanyakan keberadaan dan pertanggung jawaban Sang
Pangulu terkait portal yang tak dilengkapi lampu penerangan, dan sudah
merugikan dirinya.
Korban
juga berharap kepada Bupati Simalungun, JR.Saragih agar lebih memperhatikan
bawahannya. Karena menurut korban, untuk mendirikan sebuah Posko Covid-19
mengunakan anggaran. Tetapi mengapa tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Namun
Mahidin Girsang tak berhasil ditemui. Begitu juga dengan awak media yang
beberapa kali mencoba menemui, Mahadin Girsang tidak terlihat di kantornya. (ES)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar