Senin, 18 November 2019

Walau Sering Dihujat, AFU Lebih Memilih Mengabdi Untuk Rakyat Negeri Bahari


WAISAI - wartaekspres - Menjadi bulan-bulanan hujatan lawan politik menjelang Pemilihan Bupati Raja Ampat 2020, Abdul Faris Umlati (AFU) lebih memilih diam dan mengabdi kepada masyarakat Raja Ampat.
Abdul Faris Umlati, SE, dilantik sebagai Bupati Raja Ampat periode 2016-2021, pada 17 Pebruari 2016 bersama pasangannya Manuel Piter Urbinas, S.Pi, M.Si. Sejak dilantik, AFU telah diterpa berbagai hujatan dan menjadi makanan pokok setiap hari.
Sejatinya harus memimpin selama 5 tahun, dari periode 2016-2021, namun karena perubahan peraturan perundang-undangan, dimana Raja Ampat termasuk diantara sejumlah daerah kabupaten/kota yang diwajibkan ikut Pilkada serentak tahun 2020, maka lama masa kepemimpinan AFU dari 5 tahun menjadi 4 tahun.
Memimpin selama 4 tahun, tentu menjadi tantangan tersendiri, karena jika dihitung masa efektif membangun hanyalah selama 2 tahun, karena pada tahun pertama adalah menata sistem pemerintahan dan penyesuaian perubahan, tahun kedua, pada tahun terakhir adalah mempersiapkan Pilkada sekaligus maju sebagai Balon Bupati Raja Ampat periode 2020-2024.
Membangun Negeri Bahari, Raja Ampat selama 2 tahun untuk mewujudkan janji-janji politik, tentu bukanlah hal yang mudah, walau banyak hal telah dikerjakan namun secara kasat mata tentu tidak kelihatan, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh lawan politik yang ingin berkuasa untuk menjatuhkan AFU dengan berbagai hujatan, adu domba hingga menggerakkan masa perlawanan.
Siasat adu domba Bupati Abdul Faris Umlati dan Wakil Bupati Manuel Piter Urbinas dimainkan, mahasiswa dan masyarakat adat digerakkan, buzzer bekerja marathon di media-media sosial hanya untuk menciptakan opini, bahwa Abdul Faris Umlati telah gagal, namun semua hanyalah fitnahan belaka.
Walau sering dihujat dan difitnah, Abdul Faris Umlati, SE, tetap memilih diam, dan mengabdi kepada masyarakat yang notabene berada di kampung-kampung, bukan di media sosial dan di Kota Waisai, apalagi para pencemooh yang bukan berasal dari Raja Ampat.
Berbagai program kerja untuk mendukung visi misi gerakan membangun ekonomi dan pariwisata masyarakat terus digalakkan. AFU tak berbicara melalui kata-kata, namun lebih banyak bekerja secara diam-diam melalui gambar dan video yang diperlihatkan oleh para pendukungnya, baik kegiatan pariwisata, olahraga, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pembinaan iman dan taqwa, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dalam rangka peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, baru-baru ini telah dilakukan kegiatan studi tiru yang memberangkatkan sejumlah masyarakat dan pengurus partai politik ke Ujung Pandang dan Pulau Jawa menggunakan APBD Raja Ampat.
Pemasaran pariwisata Raja Ampat melalui kegiatan promosi terus digencarkan dengan menciptakan event-event festival baru, seperti festival Suling Tambur, Pesona Misool, dan tentu keberlanjutan Festival Gemarikan dan Pesona Raja Ampat yang telah menjadi calendar of event Pariwisata Indonesia.
Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur untuk menambah daya dukung pelayanan pemerintahan gencar dilaksanakan, baik rumah-rumah ibadah, pelayanan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas, pembangunan gedung PKK, jembatan dan pelabuhan, serta masih banyak lagi yang sedang dikerjakan tanpa diekspos ke publik.
Memasuki tahapan Pilkada 2020, terpaan angin semakin kuat karena lawan-lawan politik pun ingin berkuasa dan menjatuhkan AFU dengan berbagai isu dan hujatan, bahkan cenderung fitnah dengan berita-berita hoax. Namun AFU tetap memilih diam dan tak melayani hujatan yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, dan menghambat pembangunan pemerintahan serta serangan terhadap pribadi dan keluarga.
Jika ada berita hoax dan fitnah yang disebarkan lawan politik melalui upaya perang urat saraf dan propaganda, toh memiliki motif dan tujuan politik di balik itu untuk merebut kekuasaan, ada bagian humas yang tugasnya melakukan klarifikasi-klarifikasi sesuai fakta dan peraturan perundangan yang berlaku.
Abdul Faris Umlati lebih memilih diam dan mengabdi kepada masyarakat melalui kerja dan karya nyata yang lebih fokus kepada masyarakat. Biarlah gambar yang berbicara, setidaknya ini pesan yang disampaikan oleh pendukung melalui media sosial yang menggambarkan kedekatan dan kecintaan masyarakat kampung terhadap AFU. (Joe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....