WAISAI - wartaekspres - Menjadi bulan-bulanan hujatan lawan
politik menjelang Pemilihan Bupati Raja Ampat 2020, Abdul Faris Umlati (AFU)
lebih memilih diam dan mengabdi kepada masyarakat Raja Ampat.
Abdul Faris Umlati,
SE, dilantik sebagai Bupati Raja Ampat periode 2016-2021, pada 17 Pebruari 2016
bersama pasangannya Manuel Piter Urbinas, S.Pi, M.Si. Sejak dilantik, AFU telah
diterpa berbagai hujatan dan menjadi makanan pokok setiap hari.
Sejatinya harus
memimpin selama 5 tahun, dari periode 2016-2021, namun karena perubahan
peraturan perundang-undangan, dimana Raja Ampat termasuk diantara sejumlah
daerah kabupaten/kota yang diwajibkan ikut Pilkada serentak tahun 2020, maka
lama masa kepemimpinan AFU dari 5 tahun menjadi 4 tahun.
Memimpin selama 4
tahun, tentu menjadi tantangan tersendiri, karena jika dihitung masa efektif
membangun hanyalah selama 2 tahun, karena pada tahun pertama adalah menata sistem
pemerintahan dan penyesuaian perubahan, tahun kedua, pada tahun terakhir adalah
mempersiapkan Pilkada sekaligus maju sebagai Balon Bupati Raja Ampat periode
2020-2024.
Membangun Negeri Bahari,
Raja Ampat selama 2 tahun untuk mewujudkan janji-janji politik, tentu bukanlah
hal yang mudah, walau banyak hal telah dikerjakan namun secara kasat mata tentu
tidak kelihatan, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh lawan politik yang ingin
berkuasa untuk menjatuhkan AFU dengan berbagai hujatan, adu domba hingga
menggerakkan masa perlawanan.
Siasat adu domba
Bupati Abdul Faris Umlati dan Wakil Bupati Manuel Piter Urbinas dimainkan, mahasiswa
dan masyarakat adat digerakkan, buzzer bekerja marathon di media-media sosial
hanya untuk menciptakan opini, bahwa Abdul Faris Umlati telah gagal, namun
semua hanyalah fitnahan belaka.
Walau sering dihujat
dan difitnah, Abdul Faris Umlati, SE, tetap memilih diam, dan mengabdi kepada
masyarakat yang notabene berada di kampung-kampung, bukan di media sosial dan
di Kota Waisai, apalagi para pencemooh yang bukan berasal dari Raja Ampat.
Berbagai program
kerja untuk mendukung visi misi gerakan membangun ekonomi dan pariwisata
masyarakat terus digalakkan. AFU tak berbicara melalui kata-kata, namun lebih
banyak bekerja secara diam-diam melalui gambar dan video yang diperlihatkan
oleh para pendukungnya, baik kegiatan pariwisata, olahraga, peningkatan kapasitas
melalui pelatihan, pembinaan iman dan taqwa, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dalam rangka
peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, baru-baru ini telah
dilakukan kegiatan studi tiru yang memberangkatkan sejumlah masyarakat dan
pengurus partai politik ke Ujung Pandang dan Pulau Jawa menggunakan APBD Raja
Ampat.
Pemasaran pariwisata
Raja Ampat melalui kegiatan promosi terus digencarkan dengan menciptakan
event-event festival baru, seperti festival Suling Tambur, Pesona Misool, dan
tentu keberlanjutan Festival Gemarikan dan Pesona Raja Ampat yang telah menjadi
calendar of event Pariwisata
Indonesia.
Peningkatan
infrastruktur dan suprastruktur untuk menambah daya dukung pelayanan
pemerintahan gencar dilaksanakan, baik rumah-rumah ibadah, pelayanan kesehatan
gratis di puskesmas-puskesmas, pembangunan gedung PKK, jembatan dan pelabuhan,
serta masih banyak lagi yang sedang dikerjakan tanpa diekspos ke publik.
Memasuki tahapan
Pilkada 2020, terpaan angin semakin kuat karena lawan-lawan politik pun ingin
berkuasa dan menjatuhkan AFU dengan berbagai isu dan hujatan, bahkan cenderung
fitnah dengan berita-berita hoax. Namun AFU tetap memilih diam dan tak melayani
hujatan yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, dan menghambat pembangunan
pemerintahan serta serangan terhadap pribadi dan keluarga.
Jika ada berita hoax
dan fitnah yang disebarkan lawan politik melalui upaya perang urat saraf dan
propaganda, toh memiliki motif dan tujuan politik di balik itu untuk merebut
kekuasaan, ada bagian humas yang tugasnya melakukan klarifikasi-klarifikasi
sesuai fakta dan peraturan perundangan yang berlaku.
Abdul Faris Umlati
lebih memilih diam dan mengabdi kepada masyarakat melalui kerja dan karya nyata
yang lebih fokus kepada masyarakat. Biarlah gambar yang berbicara, setidaknya
ini pesan yang disampaikan oleh pendukung melalui media sosial yang
menggambarkan kedekatan dan kecintaan masyarakat kampung terhadap AFU. (Joe)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar