![]() |
| Foto-foto: Humas Bakamla RI |
JAKARTA - wartaekspres - Setelah beberapa
waktu lalu mengundang perwakilan mitra maritim wilayah otoritas Laut Natuna
Utara di Kepulauan Riau, kali ini Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG)
mengundang perwakilan mitra maritim di otoritas Pusat untuk mengharmonisasikan
draft Strategi Pengamanan Laut Natuna Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Mabes
Bakamla RI/IDNCG, Jalan Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin, Kamis
(21/11/ 2019).
Kasubdit Harmonisasi Strategi Kamla Kolonel Bakamla Andy Kirnanda W, SH, MH,
dalam laporannya mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini selain untuk penguatan
strategi keamanan laut melalui pengaturan bersama berwujud Peraturan Nasional,
juga untuk menyempurnakan rancangan draft strategi pengamanan Laut Natuna Utara
yang akan segera difinalisasi.
Seminar Nasional bertema "Sinergitas Pengelolaan Keamanan Laut di
Wilayah Yurisdiksi Indonesia : Laut Natuna Utara”, ini mengundang tiga orang
narasumber yaitu Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur
Kemenko Polhukam Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo, Asisten Deputi Bidang
Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim dan Investasi RI Basilio Dias
Araujo, dan Wakil Dekan Fakultas Hukum Unpad R. Achmad Gusman Catur Siswandi, SH,
LLM, Ph.D. Seminarpun dipandu dengan apik oleh Mayor Bakamla Kustriyani, ST,
M.Eng.Sc, selaku moderator.
Marsekal Muda dengan 14 tanda kehormatan itu mengulas secara mendalam
tentang Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dalam Pengamanan Wilayah Yurisdiksi
Indonesia. Dipaparkannya tentang posisi Indonesia sebagai strategic junction pelayaran internasional, strategic fishing ground, strategic potential business dan strategic key partner bagi negara-negara
besar, serta posisi kelembagaan Bakamla RI/IDNCG yang dikoordinasikan oleh
Menko Polhukam.
Menurutnya, ada beberapa permasalahan di sektor kelautan, seperti peraturan
yang belum jelas dan tumpang tindih, pencemaran dan kerusakan laut, lemahnya
pengawasan, ditambah dengan sistem data informasi yang belum terintegrasi. Untuk
itu dibutuhkan peran setiap lembaga, baik aktor negara maupun aktor non negara
untuk melakukan fungsinya masing-masing.
Lebih lanjut disarankannya untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama
antar kementerian/ lembaga (K/L), mengembangkan kapasitas lembaga maritim,
mengintegrasikan sistem informasi K/L, mengembangkan pengetahuan dan teknologi keamanan
laut serta meningkatkan sinergitas antar K/L.
Kegiatan dilanjutkan oleh narasumber kedua, yaitu Basilio Dias Araujo yang
membawakan materi terkait Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia Guna
Meningkatkan Pengelolaan Sumber Daya dan Ekonomi di Wilayah Laut Natuna Utara.
Menurutnya, bahwa Natuna dapat dijadikan sebagai supply base untuk Laut Natuna Utara. Untuk itu perlu memperkuat
nelayan sebagai penjaga kedaulatan, memperkuat infrastruktur Pelabuhan di Selat
Lampa, meningkatkan frekuensi kapal barang dan penumpang, dan memperkuat
pertahanan dan keamanan untuk mendukung kegiatan masyarakat di Laut Natuna
Utara.
Pembahasan Laut Natuna Utara yang mengundang puluhan perwakilan mitra
maritim ini juga melibatkan akademisi, dengan membawakan perspektif hukum
internasional terhadap sinergi pengelolaan keamanan Laut Natuna Utara.
Diberikannya rekomendasi untuk pengelolaan Laut Natuna Utara dari aspek umum,
kelembagaan, ruang lingkup dan penegakan hukum.
Seminar ditutup dengan sambutan penutupan Kepala Bakamla RI yang dibacakan
oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Kamla Laksda Bakamla Hariadi, SH.
Ditegaskan kembali, bahwa draft Strategi Pengamanan Laut Natuna Utara yang
akan segera difinalisasi ini akan disampaikan pada Kementerian Koordinator yang
sedang menyusun suatu rancangan peraturan pelaksanaan penegakan hukum di Laut
Natuna Utara. Harapannya, kegiatan ini menjadi salah satu media untuk
menyinergikan antar K/L dalam pengamanan Laut Natuna Utara.
Disampaikannya pula, bahwa sasaran strategi ini adalah untuk meningkatkan
aktivitas ekonomi kelautan dan stabilitas keamanan di Unresolved Maritime
Boundary Area melalui penguatan diplomasi maritim dan pendekatan smart power.
“Adapun saran dan masukan selama diskusi berlangsung digunakan untuk
menyempurnakan draft Strategi Pengamanan Laut Natuna Utara oleh tim perumus
dengan K/L terkait,” pungkas Laksamana bintang dua tersebut. (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar