BREBES - wartaekspres - Puluhan orang tanggap
kecelakaan lalu lintas di wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa
Tengah, melakukan aksi pemasangan pembatas jalan darurat dari ban bekas di
tebing rawan kecelakaan pada Jalan Raya Provinsi Ruas Gunung Lio yang
menghubungkan wilayah Kecamatan Banjarharjo-Salem.
Adapun unsur yang terlibat meliputi TNI Koramil 12 Salem Kodim 0713 Brebes
sebanyak 6 orang, Satpol PP Kecamatan Salem 2 orang, Libansa (supir pick up
L300) lintas Salem-Banjarharjo 30 orang, sopir travel lintas Salem-Jakarta 7
orang, Komunitas/Grup Trabas Nalaktax dari Salem 5 orang, Komunitas Bangbara 15
orang, Pemuda Pancasila 3 orang, serta masyarakat 10 orang.
Dikatakan Danramil, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa kegiatan tersebut
(19/11) dilakukan sebagai mitigasi terhadap kecelakaan yang sering terjadi
kepada para pengendara khususnya roda dua akibat rem blong saat menaiki atau
menuruni tanjakan ruas jalan provinsi tersebut.
“Sejumlah 80 orang gabungan telah melaksanakan pemasangan tanggul darurat
pembatas jalan di dua titik tebing rawan kecelakaan sepanjang 200 meter, yaitu
di turunan/tanjakan Simpur sepanjang 100 meter dan Panginuman 100 meter,”
terangnya, Rabu (20/11/2019).
Dikatakannya juga, bahwa pekerjaan hari ini adalah pemasangan tanda
peringatan lalu lintas di 8 titik rawan kecelakaan di tanjakan/turunan serta
tikungan ekstrim, juga di sepanjang jalan Banjarharjo-Salem. Kedua sasaran ini
menggunakan swadaya masyarakat.
Sementara Serka Wartono, anggota Unit Intel Kodim wilayah Salem menjelaskan,
bahwa tanggul pengaman sementara dipasang mengingat dari tahun 2018-2019,
karena sudah ada setidaknya 11 orang korban jiwa dan 7 luka berat akibat sepeda
motor masuk ke jurang karena pengaman jalan yang kurang efektif.
Meneruskan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten/Provinsi
khususnya Dinas Bina Marga, diharapkan adanya realisasi pemasangan guardrail,
lampu penerangan jalan, serta rambu-rambu lalu lintas.
Sekedar
diketahui, bahwa pada kedua turunan/tikungan ekstrim tersebut, kecelakaan
pengendara motor kebanyakan adalah perempuan dan jenis sepeda motor matic. Ini
akibat pengereman yang terlalu lama saat menurun sehingga cakram/kampas rem
menjadi panas dan akhirnya blong. (Aan)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar