GUNUNGSITOLI - wartaekspres - Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menggelar pelatihan pengembangan Wisata
Kuliner Nias.
Sasaran pelatihan yang dilakukan terhadap pelaku usaha kuliner di Kota
Gunungsitoli itu, dengan mengundang chef profesional yang tergabung dalam
Indonesian Chef Association (ICA).
Tujuannya, supaya pelaku usaha kuliner di Kota Gunungsitoli dapat
berkolaborasi dengan chef profesional dalam menciptakan resep tradisional
kuliner khas Nias, yang disajikan dengan proses dan tampilan lebih menarik
tanpa meninggalkan karakter serta cita rasa yang khas.
Adapun kuliner khas Nias yang diharapkan penyajiannya lebih menarik
tersebut adalah Ni'unagö, Nibinögö, Ni'owuru, Harinake, dan Gowi Nitutu.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Gunungsitoli, Meiman Kristian Harefa, saat di temui wartaekspres, Senin (02/9/2019) pagi.
Dijelaskan Meiman, bahwa melalui pelatihan tersebut pihaknya berhasil menginventarisasi
sebanyak 124 jenis pengolahan kuliner tradisional khas Nias. Dan masih mungkin
terus bertambah jumlahnya, seiring informasi yang terus diperoleh.
"Kuliner khas Nias harus dijaga, karena merupakan warisan leluhur yang
tidak ternilai harganya. Melalui proses identifikasi, kita dapat melestarikan
resep-resep tradisional. Yang kemudian melakukan pengembangan, agar mempunyai
nilai ekonomis dan menjadi komoditas wisata yang menjanjikan bagi pariwisata
Kota Gunungsitoli," papar Meiman.
Selain itu, lanjutnya, kolaborasi antara pelaku usaha kuliner dan chef
profesional tersebut diharapkan menghasilkan formula yang tepat. Sehingga
kuliner khas Nias dapat bersaing dengan jenis makanan nusantara dan
internasional lainnya.
"Bukan tidak mungkin, kuliner khas Nias yang jarang terlihat menjadi
sebuah pemandangan yang ada pada daftar sajian menu makanan setiap restoran,
hotel, dan tempat pariwisata di dalam dan luar negeri," kata Meiman. (Van)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar