Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk sinkronisasi dan sinergitas terhadap sasaran pembangunan daerah sebagaimana terumus dalam dokumen RPD Provinsi Banten Tahun 2023-2026. Sebagai acuan perencanaan yang memuat tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai tugas pokok dan fungsi OPD Tahun 2024, juga dihadiri oleh masing-masing perwakilan dari Dinas terkait dari Kabupaten dan Kota.
Sehingga nanti
diharapkan ada sinkronisasi program dan kegiatan pada masing-masing bidang
urusan, seperti pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kependudukan dan
catatan sipil, pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
"Kita padukan
antara target Pemerintah Pusat, Daerah, Kabupaten, dan Kota, yang kemudian kita
breakdown menjadi sebuah program kegiatan, sehingga program tersebut dapat
terlaksana sesuai yang diharapkan dengan menitik-beratkan pada program
prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 ini," kata Kepala DP3AKKB
Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina.
"Tahun 2023 ini persoalan Adminduk harus bisa kita selesaikan sesuai dengan target, mengingat pada tahun 2024 nanti kita akan dihadapi pada perhelatan Pemilu serentak yang tentunya membutuhkan data yang benar-benar akurat," katanya.
Pendataan ini penting
dilakukan tidak hanya terhadap warga yang sudah masuk pada kategori pemilih,
namun juga pendataan kematian, status perpindahan dan lain sebagainya.
Maka dari itu, Nina
mendorong, agar Kabupaten dan Kota untuk menggencarkan program Adminduk ini
dengan upaya layanan yang mendekati kepada masyarakat.
Di era digital ini,
lanjutnya, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas Adminduk yang berbasis
digital yang terkoneksi di masing-masing handphone. "Digital ID merupakan
transformasi dari KTP-el sebelumnya,"
tambahnya.
Selain itu, ada juga target tematik yang harus dicapai dengan sebuah gerakan birokrasi berdampak dan birokrasi kerkinerja, antara lain gerakan dalam menangani persoalan stunting, gizi buruk, inflasi, dan juga kemiskinan ekstrim.
Pj. Sekda Provinsi
Banten, M. Tranggono menambahkan, bahwa peran DP3AKKB sangat penting dalam
rangka mewujudkan Generasi Emas 2045. Maka dari itu, semua program yang
direncanakan harus terstruktur dan sejalan dari bawah sampai tingkat atas.
"Kita juga patut
bersyukur, angka stunting kita sudah menurun dan mendapat apresiasi dari Pusat.
Namun kita tidak boleh jumawa terhadap capaian itu, karena masih banyak target
yang harus kita capai ke depan," katanya.
Tranggono juga
mengingatkan pentingnya persiapan kaitannya dengan pendataan menjelang tahun
politik 2024. Ini perlu dipersiapkan secara serius agar semuanya berjalan
dengan baik.
"Dari sisi penganggaran kita sudah siapkan melalui Perda Dana Cadangan Daerah. Namun dari sisi administrasinya juga harus kita siapkan melalui Adminduk," pungkasnya. (Biro Adm/MM)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar