JAKARTA - wartaexpress.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengajak para peserta Rapat Pimpinan TNI-Polri 2023 agar siap menghadapi berbagai tantangan dunia digital seperti metaverse, yang dapat mengancam keamanan, pertahanan, dan kedaulatan Indonesia. Karena itu, sangat penting bagi personel TNI dan Polri untuk dapat menguasai artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain. Mengingat dunia saat ini sedang menghadapi perang generasi kelima (G-V) berupa peperangan siber dan informasi di dunia digital, yang dikenal juga dengan cyber warfare.
"Kedaulatan bangsa
dan negara tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan fisik militer, karena
potensi ancaman akan hadir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial-budaya,
politik-ideologi, dan berbagai ancaman lainnya yang bersifat soft power. Karena
itu, TNI dan Polri juga perlu semakin mewaspadai ancaman nirmiliter yang
merusak ideologi negara, yang berpotensi hadir melalui dunia digital seperti
metaverse, artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain,"
ujar Bamsoet saat memberikan pembekalan umum pada Rapat Pimpinan TNI-Polri
2023, di Jakarta, Rabu (8/2/23).
Rapim TNI-Polri 2023 selain dihadiri oleh Presiden Jokowi, juga dihadiri Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Letjen TNI (purn) Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, para Kapolda dan Pangdam se-Indonesia, serta para pejabat utama Mabes Polri dan Mabes TNI.
Ketua DPR RI ke-20 dan
mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan,
bahwa dunia pernah digemparkan berbagai kasus serangan melalui dunia digital.
Pada 7 Mei 2021, misalnya, terjadi serangan ransomware yang menargetkan jaringan
pipa bahan bakar terbesar di Amerika Serikat. Pada 9 Februari 2022 terjadi
serangan sim swapping yang menargetkan korban terkenal di Amerika Serikat,
pencurian tersebut diyakini mencapai USD 100 juta dalam bentuk kripto.
Sementara pada 29 Maret 2022, dilaporkan serangan hacker berhasil mencuri aset
kripto senilai lebih dari USD 615 juta atau sekitar Rp. 8,8 triliun dari Ronin
Network, sebuah sidechain dari blockchain Ethereum.
"Tidak menutup
kemungkinan kedepannya serangan serupa juga akan menyasar Indonesia. Laporan
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pernah menyebutkan bahwa sepanjang tahun
2021 terdapat 1,6 miliar anomali trafik atau serangan siber (cyber attack) yang
terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk ratusan hingga ribuan potensi
serangan siber yang ditujukan kepada Ring-1 Istana Negara, termasuk terhadap
Presiden Joko Widodo. Tidak hanya dari serangan siber melalui malware, BSSN
juga mendeteksi anomali sinyal elektromagnetik yang berasal dari sekitar lokasi
Istana Negara terhadap Ring-1 Istana Negara, termasuk terhadap Presiden Joko
Widodo," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda
Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini
menerangkan, perang G-V siber dan informasi di dunia digital bisa lebih dahsyat
dibandingkan perang fisik menggunakan kekuatan tempur militer. Dengan kekuatan
digital yang dikendalikan dari jauh, sebuah negara bisa melumpuhkan objek vital
negara lainnya seperti pembangkit listrik, cadangan minyak, hingga operasional
Alutsista militer. Melalui serangan digital, sebuah negara bisa membuat
jaringan telekomunikasi dan internet di negara lain mati total, digital
perbankan kacau, radar militer maupun penerbangan sipil tak bisa digunakan.
"Kesiapan TNI dan Polri dalam menghadapi cyber warfare yang merupakan serangan cyber yang dilakukan antar negara atau organisasi internasional untuk menyerang dan merusak komputer atau jaringan informasi negara lain melalui virus komputer atau serangan penolakan layanan, akan semakin membuat pertahanan dan kedaulatan negara kita menjadi semakin kuat. Sehingga baik di dunia maya maupun didunia maya, kita tetap berdaulat," pungkas Bamsoet. (Rls/MM)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar