Jumat, 03 April 2020

Perbatasan Kabupaten Sambas-Kota Singkawang Di PLBN Aruk Bisa Dilewati Kembali


SAMBAS - wartaekspres - Usai melakukan penyerahan bantuan beras ke Kecamatan Semparuk, Bupati dan Wakil Bupati Sambas bersama Kapolres Sambas, Dandim 1208/Sambas, Ketua Pengadilan Agama, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Sambas dan OPD terkait memantau 2 lokasi, yaitu Pelabuhan Sintete Kecamatan Semparuk dan perbatasan Sambas-Singkawang di Kecamatan Selakau, Kamis 2 April 2020.
Pemantauan ini terkait upaya Pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 ke wilayah Kabupaten Sambas. Dalam pemantauan di Pelabuhan Sintete, Pemkab Sambas ingin memastikan bahwa perlintasan di pelabuhan berjalan lancar, aman dan tidak ada orang yang ternotifikasi.
Bupati Sambas menuturkan, bahwa berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil koordinasi dengan Kepala Syahbandar Sintete menunjukkan, bahwa pihak Syahbandar Sintete bekerja serius dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Kapal yang masuk sebelumnya menginformasikan terlebih dahulu bahwa mereka akan bersandar. Kemudian petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta Dinas Kesehatan masuk ke dalam kapal. Semua prosedur berjalan baik serta tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Jadi tidak ada yang ternotifikasi ataupun status ODP.
“Untuk ini saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Syahbandar Sintete, petugas kesehatan Dinkes serta Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang ada di Pelabuhan Sintete, karena telah bekerja dengan baik. Semoga semua petugas semoga baik-baik saja dan sehat wal afiat," harap Bupati.
Usai memantau Sintete, Bupati dan Wakil Bupati Sambas beserta rombongan Forkopimda melanjutkan memonitor perbatasan Sambas-Singkawang di Kecamatan Selakau.
Di perbatasan Selakau Bupati memantau arus masuk-keluar dari dan ke arah Sambas. Di Selakau ini Bupati melihat rencana lokasi tempat yang nantinya akan jadikan Posko Pemantauan arus keluar-masuk pengendara baik menuju Sambas maupun sebaliknya.
Di sela-sela pemantauan Bupati mengungkapkan, bahwa memang untuk penutupan wilayah atau perbatasan daerah perlu pertimbangan yang matang. "Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk menutup wilayah atau perbatasan kita (lockdown). Pangan menjadi salah satu persoalan utama. Kalau ketahanan pangan kita siap untuk 3-4 bulan ke depan, maka hal itu bisa dipertimbangkan. Tapi ini bukan hal mudah," papar Bupati Sambas.
Diungkapkan Bupati, bahwa yang terpenting saat ini adalah mengoptimalkan energi kita untuk menjaga pintu-pintu masuk ke wilayah Kabupaten Sambas dengan melakukan pemantauan kesehatan secara ketat kepada para pelintas yang masuk.
Disamping itu, tambahnya, konsentrasi tetap mengikuti arahan Pemerintah Pusat dimana Presiden RI telah meminta untuk semakin menggalakkan Physical Distancing (jaga jarak fisik).
"Untuk hal ini kita terus lakukan edukasi ke masyarakat dan mudah-mudahan masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi kondisi yang ada di sekitar. Dalam hal ini kami Pemerintah Kabupaten Sambas, Bupati dan Wakil Bupati Sambas mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang mengikuti anjuran Pemerintah, terima kasih pula kepada jajaran TNI/Polri yang sangat konsen dalam soal ini terutama menjaga jangan sampai adanya penumpukkan atau kerumunan massa. Ini sangat kita apresiasi," puji Bupati.
Selain pantauan tersebut, Bupati Sambas menyampaikan informasi penting, bahwa terkait keputusan BNPP sebelumnya yang menutup gerbang perbatasan antar negara Aruk-Biawak di PLBN Aruk, terkecuali perbatasan Entikong dan Badau, maka atas komunikasi terbaru Bapak Konsulat Jenderal Kuching-RI dengan pihak Malaysia diinformasikan bahwa PLBN Aruk sudah dibuka kembali.
"Jadi kepada saudara-saudara kita yang ada di Malaysia Timur (Sarawak, Kuching, Miri dan sebagainya) untuk pulang lewat Aruk. Di PLBN, petugas-petugas kesehatan, tenaga medis dan paramedis kita, Gugus Tugas Covid-19 bersama TNI/Polri sudah siap di sana untuk menolong membantu memudahkan kita semua," imbuh Bupati. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....