Sabtu, 04 April 2020

Kelangkaan Beberapa Komoditas Bahan Pokok, Pemkab Sambas Lakukan Monitoring Pasar


SAMBAS - wartaekspres - Berkembangnya informasi di masyarakat tentang kelangkaan beberapa komoditas kebutuhan bahan pokok di pasaran, segera disikapi Pemkab Sambas bersama Forkopimda dan Dinas Koperasi UMKM Perindag Kab. Sambas dengan melakukan monitoring bahan pokok di beberapa titik pasar di Kecamatan Sambas, Sebawi, Tebas dan Semparuk, hari ini Sabtu (04/04/2020).
Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc, MH, didampingi Wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah, SH, MH, memimpin langsung monitoring pasar tersebut.
Ketua DPRD Kab. Sambas H. Abu Bakar, S.Pd.I, Kapolres Sambas AKBP Robertus B. Herry AP, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono, SH, MTr (Han), Ketua PN Sambas Setyo Yoga Siswantoro, SH, MH, dan Ketua PA Sambas Uray Gapima Aprianto, S.Ag, MH, yang tergabung dalam Forkopimda Kab. Sambas turut hadir meninjau ketersediaan kebutuhan barang pokok tersebut. Kegiatan monitoring juga didukung oleh Danyonif 645/GTY Sambas Mayor Inf Roni Sugiarto serta Pol PP Kab. Sambas dan kecamatan setempat.
"Secara umum kebutuhan bahan pokok masih seperti biasa dan tersedia, kecuali memang beberapa komoditas yang dirasakan kenaikannya cukup tinggi yaitu Gula Pasir dan Cabe Kering. Bahkan untuk Gula stoknya hampir kosong, sedangkan untuk Cabe Kering stoknya ada namun terbatas" ungkap Bupati, seraya menambahkan, bahwa dari beberapa toko yang dipantau persoalan gula yang terbatas, namun untuk semua komoditas harga standar dan dipastikan pasokan lancar.
Terkait kondisi yang berkembang, Bupati Sambas berpesan kepada para pedagang untuk tidak memanfaat situasi ini, tidak menimbun barang dan tidak meninggikan harga barang.
"Justru saat ini pedagang harus mengedepankan sifat sosial kemanusiaan. Menjual barang namun juga membantu dan menolong orang lain dengan tidak menaikkan harga barang. Kepada para pedagang di manapun, ini saatnya kita menolong orang lain. Kita sudah bertahun-tahun berdagang saatnya pada situasi ini kita bisa membantu saudara-saudara kita," pesan Bupati Sambas.
Keluhan masyarakat terhadap tersendatnya pasokan beberapa bahan pokok ini pada dasarnya sebagai efek kondisi global saat ini dengan merebaknya virus Corona (Covid-19) yang ditetapkan sebagai pandemi. Di Indonesia baik Nasional maupun Daerah wabah Covid-19 statusnya Kejadian Luar Biasa (KLB). Semua ini tentu berdampak pada seluruh sendi, termasuk roda perekonomian. Dampaknya adalah pada pasokan yang tersendat serta rendahnya daya beli masyarakat.
"Kita semua berharap dalam waktu dekat pasokan barang ke toko atau pasar menjadi lancar kembali dengan harga yang standar atau tidak naik," kata Bupati.
Oleh karena itu terkait upaya penanganan penyebaran Covid-19 Bupati meminta agar semua perhatian dan arahan Pemerintah Pusat dan Daerah, Maklumat Kapolri dan semua petunjuk-petunjuk kesehatan yang ada pada protokol kesehatan dapat diikuti dan dipatuhi semua elemen di masyarakat sehingga wabah ini dapat segera diatasi. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Oknum Perangkat Desa Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

PURWOREJO - wartaexpress.com - Man (35) warga Desa Lubang Sampang yang juga merupakan Perangkat Desa diamankan Satreskrim Polres Purworejo....