SAMBAS - wartaekspres - Berkembangnya informasi di masyarakat tentang kelangkaan
beberapa komoditas kebutuhan bahan pokok di pasaran, segera disikapi
Pemkab Sambas bersama Forkopimda dan Dinas Koperasi UMKM Perindag Kab. Sambas
dengan melakukan monitoring bahan pokok di beberapa titik pasar di Kecamatan
Sambas, Sebawi, Tebas dan Semparuk, hari ini Sabtu (04/04/2020).
Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc, MH, didampingi
Wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah, SH, MH, memimpin langsung monitoring pasar
tersebut.
Ketua DPRD Kab. Sambas H. Abu Bakar, S.Pd.I, Kapolres
Sambas AKBP Robertus B. Herry AP, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono,
SH, MTr (Han), Ketua PN Sambas Setyo Yoga Siswantoro, SH, MH, dan Ketua PA
Sambas Uray Gapima Aprianto, S.Ag, MH, yang tergabung dalam Forkopimda Kab.
Sambas turut hadir meninjau ketersediaan kebutuhan barang pokok tersebut.
Kegiatan monitoring juga didukung oleh Danyonif 645/GTY Sambas Mayor Inf Roni
Sugiarto serta Pol PP Kab. Sambas dan kecamatan setempat.
"Secara umum kebutuhan bahan pokok masih seperti biasa
dan tersedia, kecuali memang beberapa komoditas yang dirasakan kenaikannya
cukup tinggi yaitu Gula Pasir dan Cabe Kering. Bahkan untuk Gula stoknya hampir
kosong, sedangkan untuk Cabe Kering stoknya ada namun terbatas" ungkap
Bupati, seraya menambahkan, bahwa dari beberapa toko yang dipantau persoalan
gula yang terbatas, namun untuk semua komoditas harga standar dan dipastikan
pasokan lancar.
Terkait kondisi yang berkembang, Bupati Sambas berpesan
kepada para pedagang untuk tidak memanfaat situasi ini, tidak menimbun barang
dan tidak meninggikan harga barang.
"Justru saat ini pedagang harus mengedepankan sifat
sosial kemanusiaan. Menjual barang namun juga membantu dan menolong orang lain
dengan tidak menaikkan harga barang. Kepada para pedagang di manapun, ini
saatnya kita menolong orang lain. Kita sudah bertahun-tahun berdagang saatnya
pada situasi ini kita bisa membantu saudara-saudara kita," pesan Bupati Sambas.
Keluhan masyarakat terhadap tersendatnya pasokan beberapa
bahan pokok ini pada dasarnya sebagai efek kondisi global saat ini dengan
merebaknya virus Corona (Covid-19) yang ditetapkan sebagai pandemi. Di
Indonesia baik Nasional maupun Daerah wabah Covid-19 statusnya Kejadian Luar
Biasa (KLB). Semua ini tentu berdampak pada seluruh sendi, termasuk roda
perekonomian. Dampaknya adalah pada pasokan yang tersendat serta rendahnya daya
beli masyarakat.
"Kita semua berharap dalam waktu dekat pasokan barang ke
toko atau pasar menjadi lancar kembali dengan harga yang standar atau tidak
naik," kata Bupati.
Oleh karena itu terkait upaya penanganan penyebaran
Covid-19 Bupati meminta agar semua perhatian dan arahan Pemerintah Pusat dan
Daerah, Maklumat Kapolri dan semua petunjuk-petunjuk kesehatan yang ada pada
protokol kesehatan dapat diikuti dan dipatuhi semua elemen di masyarakat
sehingga wabah ini dapat segera diatasi. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar