SERANG - wartaexpress.com - pasca kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan odong-odong, Satlantas Polres Serang melakukan patroli dan penindakan tegas terhadap kendaraan odong-odong yang beroperasi di jalan raya. Hasilnya petugas mendapati kendaraan odong-odong yang masih nekad mengangkut penumpang di jalan raya.
Kanit Turjagwali
Satlantas Polres Serang, Iptu Dirga Abriawan mengatakan, bahwa pihaknya
melakukan patroli di ruas Jalan Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Hal tersebut
setelah pihaknya mendapati laporan dari masyarakat mengenai masih banyaknya
kendaraan odong-odong pengangkut penumpang yang melintas di jalur tersebut.
"Berdasarkan
laporan masyarakat bahwa daerah ini banyak odong-odong yang beroperasi,
buktinya kita dapati satu. Ke depan patroli akan terus kami lakukan bukan hanya
di sini tapi di titik lain yang minim pengawasan," katanya, Sabtu
(6/8/22).
Berdasarkan hasil
patroli yang dilakukan, pihaknya menemukan kendaraan odong-odong yang kedapatan
mengangkut 25 orang penumpang yang melintasi jalur tersebut. Padahal
seharusnya, odong-odong atau kereta wisata hanya dapat beroperasi di kawasan
wisata saja agar tidak membahayakan para penumpang.
"Penumpang terdiri
dari ibu-ibu dan juga anak-anak. Tadi sudak kita himbau agar menggunakan
kendaraan umum yang semestinya agar tidak membahayakan keselamatan,"
jelasnya.
Berdasarkan hasil
pemeriksaan, sang sopir tidak memiliki surat izin mengemudi. Untuk itu, petugas
memberikan sangsi tegas kepada pengemudi dengan menjatuhi sangsi tilang dan
membawa serta kendaraan ke Mapolres Serang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami memberikan
tindakan tegas dengan memberikan sangsi tilang dan untuk kendaraan kami bawa ke
Mapolres Serang," jelasnya.
Sementara itu, untuk
para penumpang yang menaiki odong-odong petugas kemudian mencarikan angkutan
umum agar para penumpang dapat selamat sampai tujuan. Petugas juga memberikan
himbauan kepada penumpang agar menggunakan kendaraan umum yang semestinya ketika
melintas di jalan raya.
"Sudah kita
carikan angkot dan menghimbau agar penumpang dapat naik kendaraan umum yang
semestinya," jelasnya.
Selain mendapati
kendaraan odong-odong yang tengah beroperasi, pihaknya juga menemukan ada
bengkel odong-odong yang tengah melakukan perbaikan terhadap kendaraan
tersebut. Pihaknya pun akhirnya memberikan himbauan kepada sang sopir agar
tidak menggunakan kendarannya di jalan raya.
"Kami menemukan tiga, yang mana salah satu nya merupakan pemilik bengkel. Kita telah memberikan himbauan secara tegas untuk tidak lagi mengoperasikan kendaraan odong-odong di jalan raya," jelasnya. (Humas/MM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar