BREBES - wartaexpress.com - Serda Ikhsan, Babinsa Kemiriamba Koramil 02 Jatibarang, Kodim 0713 Brebes, masih menyemangati warga desa binaannya, Desa Kemiriamba, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, untuk segera menyelesaikan pekerjaan penambalan tanggul Sungai Sibiyuk yang jebol sehingga menyebabkan banjir besar yang menggenangi desa tersebut dan setidaknya 5 desa tetangganya pada Kamis malam 4 Januari 2023.
Tampak Ikhsan bersama warga setempat bekerjasama langsir karung berisi pasir untuk menambah ketinggian tanggul darurat yang sehari sebelumnya dibuat warga bersama TNI-Polri dan para relawan lainnya.
Disampai Babinsa, bahwa
walaupun warga setempat sedang sibuk bersih-bersih rumah dari sampah dan lumpur
pasca banjir, namun pekerjaan penambalan tanggul harus segera diselesaikan
untuk menghindari musibah serupa.
Terpisah disampaikan
Danramil 02 Jatibarang, Kapten Arhanud Suryadi, SH, bahwa pagi ini masih
melanjutkan pekerjaan sebelumnya, yaitu membuat tanggul darurat sepanjang
kurang lebih 35 meter dengan ketinggian 3-4 meter dengan karung pasir dan
dolken sebagai penahan.
“Akibat jebolnya
tanggul Sungai Sibiyuk di belakang rumah Bapak Sumatro warga RT. 04 RW. 02,
Desa Kemiriamba ini, maka banjir besar berskala luas terjadi pada Kamis malam
sampai Jumat pagi (4-5/1) dengan ketinggian air terparah mencapai 2 meter,”
terangnya, Sabtu (7/1/2023).
Lanjutnya, keenam
desa tetangga yang terdampak banjir yang dipicu hujan deras selama enam jam
lebih di wilayah Kabupaten Brebes dan Tegal itu meliputi Desa Jatibarang Kidul,
Jatibarang Lor, Klikiran, Tegalwulung dan Desa Karanglo.
“Tanggul itu jebol karena tidak mampu menahan debit air kiriman dari wilayah Kecamatan Lebaksiu dan Balapulang Kabupaten Tegal,” sambungnya.
Saat banjir
terjadi, warga yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak sempat mengungsi ke tempat
yang lebih aman dengan bantuan perahu karet dari para relawan (BPBD, SAR, PMI,
TNI dan Polri), dikarenakan kedalaman air di atas satu meter.
Sempat tercatat
sebanyak 202 jiwa mengungsi di masjid dan mushola, yakni 52 jiwa mengungsi di
Masjid Jami Al Ittihad, Jatibarang, 100 jiwa di Masjid Desa Kemiriamba, dan 50
jiwa mengungsi di mushola Desa Kemiriamba.
Arus lalu lintas
juga sempat terganggu akibat dari banyak kendaraan roda dua dan empat yang
mogok karena mencoba menerobos banjir.
Mewakili warganya, Suryadi berharap, agar segera ada respon yaitu perbaikan tanggul secara permanen sehingga banjir serupa tidak terulang lagi. (Aan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar