Rabu, 09 September 2020

PH. Gajah Mada Film Memproduksi Film Dokumenter The Hawker Tangerang City



TANGERANG - wartaekspres -
The Hawker Tangerang City, diambil dari kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Ide cerita dalam film ini menurut Anang yang sekaligus owner PH. Gajah Mada Film, diambil dari keadaan terjadi akibat adanya wabah Covid-19 yang berimbas kepada banyak sektor kehidupan tak terkecuali lapisan masyarakat bawah seperti para Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Para PKL ini merasakan kerugian akibat menurunnya pembeli, dimana masa transisi yang tidak membawa harapan bagi mereka (PKL), apalagi sekarang ada aturan PSBB di daerah-daerah maka semakin terpuruk mereka dan membuat perekonomian pedagang kaki lima merosot, sehingga apapun dilakukan walaupun menabrak norma-norma," ungkap Anang.

Film dokumenter yang bertajuk The Waker Kota Tangerang ini disutradarai oleh Imam Armoo, dalam sinopsisnya menceritakan sosok pedagang kaki lima, pedagang sektor informal yang bekerja dengan memanfaatkan situasi, tempat dan keramaian yaitu dengan berjualan di tempat-tempat umum yang mereka anggap mempunyai potensi untuk menjajakan dagangan. Suatu dilema yang terjadi dalam cerita film dokumenter ini, antara norma dan kebutuhan rumah tangga.

Sementara dalam kehidupan sosial masyarakat, profesi pedagang kaki lima merupakan salah satu alternatif swadaya masyarakat untuk menanggulangi masalah perekonomian mereka sendiri.

Di balik film The Hawker ini sangat menarik untuk diedukasi masyarakat luas, juga mengeksplorasi pentingnya keamanan, ketertiban dalam sosial masyarakat sekaligus melihat sisi kebutuhan, hingga akhirnya membawa pada sebuah dilema.

Sang Sutradara, Imam Armoo menyampaikan, bahwa dalam film The Hawker membahas permasalahan sosial, konflik keluarga, perkara hukum yang ada di suatu daerah tertentu. Seorang pedagang kaki lima, karena kebutuhan dan tuntutan ekonomi, sehingga ia berani menjual minuman keras.

“Tentu sangat menarik banget untuk mengetahui fakta-fakta yang terjadi di balik film ini, yang pasti memberikan kita pengetahuan dan pandangan mengenai suatu peristiwa di daerah-daerah. antara norma dan kebutuhan hidup,” ujarnya.

Adapun film dokumenter The Hawker ini didukung oleh para pemeran diantaranya Boylee Salim, Rahayu Kusnadi, Dewitia, Herman Y. Simarmata, Satuan Pamong Praja Kota Tangerang dan juga tokoh masyarakat. Film dokumenter The Hawker yang diproduksi oleh PH. Gajah mada Film ini juga menampilkan wawancara atau narasi dengan beberapa tokoh-tokoh masyarakat tentang bahaya minuman keras, juga tentang ketertiban, keamanan di masyarakat.

"Sayang bila dilewatkan film ini, saya sangat tertantang memerankan adegan di film ini, begitu banyak konflik, intrik, dan perkara hukum, saya tidak bisa bayangkan bagaimana hati dan perasaan seorang istri yang digambarkan dalam film The Hawker ini, wau keren. Saya juga terharu bahwa tim dan para crew sangat bekerjasama dengan baik dan kompak, sehingga dengan sekejap terasa menjadi keluarga," ucap Rahayu Kusnadi salah satu pemeran dalam film The Hawker. (Rls/Danil)

1 komentar:

  1. Kereeen.. Karya yang perlu diapresiasikan.. Miras merusak generasi muda..

    BalasHapus

Bea Cukai Entikong Hadiri Serah Terima Sarana dan Prasarana Penunjang PLBN Terpadu

ENTIKONG - wartaexpress.com - Bea Cukai Entikong hadiri serah terima pengelolaan hasil kegiatan pengembangan sarana dan prasarana penunjang...