KUBU RAYA - wartaexpress.com - Dalam rangka menanamkan jiwa korsa, soliditas dan semangat pengabdian, Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan tradisi penerimaan warga baru bertempat di Lapangan Tugu Khatulistiwa, Makodam XII/Tpr. Upacara tradisi dipimpin oleh Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos, Selasa (23/3/21).
Tradisi penerimaan
warga baru diikuti oleh 16 orang perwira terdiri dari 8 Pama Abituren Diklapa
II serta 8 Perwira Remaja (Paja) abituren Pa PK TNI tahun 2021. Untuk 8 orang
Paja sebelum melaksanakan tradisi, mereka melaksanakan Hanmars dari Tugu
Alianyang, Kubu Raya, jarak kurang lebih 5 kilometer.
Tradisi penerimaan
warga baru ditandai dengan pernyataan resmi penerimaan warga baru oleh Kasdam
XII/Tpr dilanjutkan dengan pemasangan badge serta penyiraman air bunga serta
pembacaan ikrar.
Dalam amanatnya, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos, menyampaikan, bahwa kegiatan tradisi penerimaan warga baru Kodam XII/Tpr ditujukan untuk meningkatkan militansi personel melalui pengoptimalan Bintal Fungsi Komando, peningkatan peran sejarah dan peningkatan kedisiplinan personel Kodam XII/Tpr dalam rangka mewujudkan profesionalisme organisasi TNI AD.
"Tradisi
penerimaan warga baru dilaksanakan untuk mengenal satuan, di mana kalian akan
bertugas, segera beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan Kodam
XII/Tpr, laksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas serta penuh rasa tanggung
jawab sesuai dengan jabatan kalian masing-masing," tegas Kasdam membacakan
amanat Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.
Kasdam XII/Tpr
berharap, para perwira dapat memahami dan mampu mengamalkan Moto Kodam XII/Tpr
yaitu, “Carathana Jita Vina” yang berarti “Sekali Melangkah Pantang Menyerah”.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Moto tersebut yaitu, pertama, tidak boleh
salah. Ke dua, keputusan harus cepat, tepat dan benar. Ke tiga, berhasil dalam
setiap pelaksanaan tugas apapun.
Selanjutnya, ke empat,
tidak mengenal lelah dan pantang gagal. Ke lima, semangat yang membara dan
tekad membaja. Ke enam, selalu ada inisiatif dan solusi. Ke tujuh, berbuat yang
terbaik demi Satuan, Bangsa dan Negara.
"Penempatan tugas jabatan adalah suatu amanah, untuk itu harus dilakukan secara tulus dan ikhlas serta tetap bersyukur, karena apapun yang para perwira lakukan dalam kaitan tugas jabatan tersebut, harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," tegas Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, S.Sos. (Rls/danil)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar