SANGGAU - wartaekspres - Bertempat di Living Room Badan Nasional Pengelola
Perbatasan PLBN Entikong, Jl. Lintas Malindo, Kec. Entikong. Kab. Sanggau,
telah dilaksanakan rapat terkait penanganan terhadap pelintas batas non
prosedural/yang tidak melalui PLBN Entikong.
Tampak hadir pada kegiatan rapat tersebut Sekda Kab.
Sanggau, Kukuh Triatmaka, Danyon Satgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf
Kukuh Suharwiyono, Camat Entikong, Suparman, Danramil Entikong Mayor Inf Arman
Sulstiono, Pasiintel Kodim 1204/Sgu Kapten inf Saiful Husna, Pasiops Kodim
1204/Sgu Kapten inf Agus Mulyana, Kepala Administrator PLBN Entikong, Viktorius
Dunand, SE, M.Si, Kacabjari Entikong, Akwan Annas, SH, Kasubsektor Entikong,
IPDA Nursalim, Kepala Bea Cukai Entikong, Ristola, Kepala Karantina Perikanan, Giri
P, Kepala Karantina Pertanian, Yongki Wahyu Setiawan, Karantina Kesehatan
Pelabuhan, Dr. Gilda, Dantim BAIS Entikong, Saiful dan BIN Entikong, Baskoro.
Kepala Administrator PLBN Entikong Viktorius Dunand, SE,
M.Si, mengatakan, bahwa saat ini kita sudah memasuki kondisi new normal jangan
sampai dalam kondisi new normal saat ini membuat situasi di masyarakat semakin
meningkat terkait penyebaran virus Covid-19. “Penanganan terhadap pelintas PLBN
maupun non PLBN Entikong agar tetap melaksanakan penanganan sesuai dengan protokol
kesehatan," ucapnya.
Dikatakan, bahwa bagi pelintas yang memasuki Indonesia
melalui PLBN Entikong dan Pos Segumun Kec. Sekayam untuk berkoordinasi dengan
Gugus Tugas PLBN Entikong.
"Sampai saat ini tempat yang ditunjuk untuk penanganan
lebih lanjut terhadap PMI yang pulang dari Negara Malaysia yaitu RS. Temenggung
Gergaji Kec. Sekayam, Kantor ULKI Entikong dan Puskesmas Lama Entikong," pungkasanya.
Sementara itu, dari Karantina Kesehatan Pelabuhan Entikong,
Dr. Gilda menyampaikan, bahwa saat ini Rapid Tes yang tersedia di karantina
kesehatan pelabuhan sebanyak 1.080 Rapid Tes. “Kami memerlukan tenaga bantuan,
perlengkapan dan kendaraan Ambulance dalam meningkatkan kinerja dan percepatan
dalam penanganan terhadap pelintas yang dinyatakan Reaktif hasil Rapid Tes di
PLBN Entikong,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, Ristola
mengatakan, bahwa sampai saat ini eskalasi PMI yang pulang dari Negara Malaysia
meningkat melalui jalur tikus dibanding PMI yang melalui jalur mandiri PLBN
Entikong.
"Kesepakatan hasil rapat, bahwa penanganan terhadap
Pelintas Non PLBN, akan diserahkan ke Rumah Sakit Temenggung Gergaji, Puskesmas
Entikong dan Puskesmas Sekayam," pungkasnya. (Rls/danil)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar